Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Riau menggelar pelatihan public speaking bertema “Berani Tampil dan Menginspirasi” di Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026).
Pelatihan diikuti pengurus IKWI Riau, pengurus IKWI kabupaten/kota se-Riau, serta wartawati PWI Riau. Kegiatan menghadirkan Communication Trainer, Dr. Khairani Hasyim, sebagai narasumber.
Ketua IKWI Riau, Fatia Ulfah, mengatakan pelatihan ini menjadi momentum bagi perempuan untuk menggali potensi diri yang selama ini mungkin masih tersembunyi.
Menurut Fatia, setiap perempuan memiliki potensi luar biasa. Namun kemampuan dan ide yang dimiliki sering tidak tersampaikan karena kurangnya keberanian untuk tampil.
“Jangan biarkan rasa takut membungkam potensi dan kemampuan kita. Makanya IKWI mengadakan pelatihan ini,” kata Fatia.
Ia menyebut setiap pengurus memiliki kelebihan masing-masing yang bisa dikembangkan, mulai dari kemampuan menulis, membaca puisi, hingga keterampilan lainnya.
“Semua pengurus punya potensi masing-masing. Ada yang jago puisi, ada yang jago nulis,” ujarnya.
Fatia juga mengapresiasi kehadiran narasumber. Ia menyebut pengalaman dan rekam jejak Khairani Hasyim di bidang komunikasi sudah tidak diragukan lagi.
“Pemateri kita hari ini luar biasa. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Jangan sampai terlewat materinya,” katanya.
Ia berharap ilmu yang disampaikan dapat diserap dengan baik dan diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.
Dalam pelatihan tersebut, Khairani tidak hanya mengajak peserta belajar berbicara di depan publik, tetapi juga membangun pola pikir yang lebih positif untuk pengembangan diri.
Ia memperkenalkan konsep PCD, yakni Personal, Content, dan Delivery. Ketiga unsur itu menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan seseorang saat tampil dan menyampaikan pesan kepada audiens.
Khairani juga mengajak peserta yang ingin mengubah kehidupannya untuk terlebih dahulu mengubah mindset. Menurutnya, yang seharusnya menjadi keresahan bukan sekadar persoalan penampilan atau rasa kurang percaya diri, melainkan bagaimana seseorang terus meningkatkan pengetahuan, ketulusan atau integritas, serta antusiasme.
Selain teknik public speaking, peserta juga mendapatkan materi tentang cara menentukan topik, menyusun konten yang relevan, serta strategi menyampaikannya kepada audiens.
Di akhir sesi, Khairani mendorong peserta membangun kebiasaan positif melalui jurnal syukur sebelum tidur. Kebiasaan sederhana itu dinilai dapat menjadi sarana evaluasi diri sekaligus mensyukuri berbagai hal yang telah dilalui setiap hari.





