Wakili Kalaksa BPBDPK Riau, Kabid Khoiril Fahmi Hadiri Penanaman 30 Pohon Buah Brimob di SMAN 8 Pekanbaru

Usai Simulasi Gempa, BPBDPK – Brimob – Siswa Gotong Royong, Tanam Durian, Lengkeng dan Alpukat

Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Usai menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana gempa dan kebakaran sehari sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau kembali hadir di SMA Negeri 8 Pekanbaru dalam agenda yang lebih hijau.

Mewakili Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBDPK Riau M. Edy Afrizal, SE, MH, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Khoiril Fahmi,S.Sos,M.Si, menghadiri kegiatan Penyuluhan Narkoba, Gotong Royong dan Penanaman 30 Pohon Buah yang ditaja Satuan Brimob Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).

Penanaman 30 pohon buah produktif (Durian, Lengkeng, Alpukat) dan gotong royong bersama di SMAN 8 Pekanbaru, yang ditaja Sat Brimob Pekanbaru dan dihadiri BPBDPK Riau.

Giat tersebut melibatkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBDPK Riau Khoiril Fahmi,S.Sos,M.Si mewakili Kalaksa M. Edy Afrizal, SE, MH, seluruh staf bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBDPK Riau, personel Brimob Pekanbaru, kepala sekolah, guru, dan ratusan siswa SMAN 8 Pekanbaru.

Sebagai rangkaian lanjutan Simulasi Penyelamatan Menghadapi Bencana Gempa, Kebakaran Gedung Sekolah dan Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sekaligus edukasi menjaga alam sebagai mitigasi bencana dasar.

Jika Kamis siswa dibekali ilmu cara menyelamatkan diri saat gempa dan kebakaran, Jumat pagi mereka praktik menjaga alam. Siswa putra menggali lubang, siswa putri menyiram, personel Brimob bantu angkut bibit. Suasana hangat penuh kebersamaan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBDPK Riau, Khoiril Fahmi,S.Sos,M.Si mengatakan.

“Kita menghadiri giat yang ditaja Kesatuan Brimob Pekanbaru melakukan penanaman pohon jenis buah berupa pohon Durian, Lengkeng dan Alpukat. Ini memberikan pendidikan kepada siswa agar peduli lingkungan,”Ujarnya.

Menurutnya, SPAB bukan hanya tahu jalur evakuasi dan titik kumpul, tapi juga mencegah bencana sejak dini.

“Kita jaga alam, alam akan jaga kita. Kita hancurkan alam, alam akan hancurkan kita,” pesannya.

Dengan 30 pohon baru ini, SMAN 8 Pekanbaru tidak hanya lebih siap menghadapi gempa dan kebakaran, tetapi juga selangkah lebih hijau, teduh, dan lestari untuk generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *