Peringati Bulan Pengurangan Risiko Bencana, BPBDPK Riau dan Brimob Tanam 30 Pohon Buah di SMAN 8 Pekanbaru

Rangkaian Simulasi SPAB-Siswa Diajak Gotong Royong, Kalaksa Pesan: Jaga Alam, Alam Jaga Kita

Ojenews.com Pekanbaru Riau,- Tidak hanya melatih kesiapsiagaan menghadapi gempa dan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau juga menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda.

Dalam rangka Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), BPBDPK Riau bersama Kesatuan Brimob Kota Pekanbaru melakukan aksi gotong royong dan penanaman pohon di SMA Negeri 8 Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang penuh kebersamaan ini menjadi penutup manis dari rangkaian Simulasi Penyelamatan Menghadapi Bencana Gempa, Kebakaran Gedung Sekolah dan Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar sehari sebelumnya.

Dari Simulasi Tanggap Bencana ke Aksi Peduli Lingkungan.Jika pada Kamis (22/10/2026) ratusan siswa dibekali ilmu cara menyelamatkan diri saat gempa dan kebakaran gedung, maka pada Jumat pagi giliran mereka diajak mempraktikkan mitigasi bencana yang paling dasar: menjaga alam.

Kegiatan penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBDPK Provinsi Riau, Khoiril Fahmi, S.Sos,M.Si, yang mewakili Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBDPK Riau M. Edy Afrizal, SE, MH. Tampak hadir seluruh staf BPBDPK Riau dan personel Brimob Pekanbaru yang bahu-membahu bersama siswa, guru, dan warga sekolah.

Sebanyak 30 batang pohon buah produktif ditanam di lingkungan sekolah. Jenisnya dipilih yang tidak hanya rindang tetapi juga bermanfaat: Durian, Lengkeng, dan Alpukat.

Suasana gotong royong terasa hangat. Siswa putra menggali lubang, siswa putri menyiram, personel Brimob membantu mengangkut bibit. Canda tawa bercampur peluh, namun ada pesan besar yang dititipkan di setiap bibit yang ditanam.

Pesan Mendalam: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita

Mewakili Kalaksa BPBDPK Riau, Kabid Khoiril Fahmi menegaskan bahwa penanaman pohon bukan kegiatan seremonial belaka, melainkan bagian integral dari pendidikan kebencanaan.

“Gotong royong dan penanaman pohon hari ini masih dalam rangkaian kegiatan kita yakni simulasi penyelamatan menghadapi bencana gempa,” ujar Khoiril Fahmi.

“Kita bersama Kesatuan Brimob Pekanbaru melakukan penanaman pohon jenis buah berupa pohon Durian, Lengkeng dan Alpukat. Ini memberikan pendidikan kepada siswa agar peduli lingkungan,” tuturnya.

Menurutnya, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tidak hanya soal tahu jalur evakuasi dan titik kumpul, tetapi juga soal bagaimana mencegah bencana sejak dini. Banjir, longsor, hingga krisis iklim, semua bermula dari cara kita memperlakukan alam.

Di akhir sambutannya, Khoiril Fahmi menitipkan pesan yang menggugah dan langsung diingat para siswa:

“Kita jaga alam, alam akan jaga kita. Kita hancurkan alam, alam akan hancurkan kita.”

Pesan sederhana namun kuat itu menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak melulu soal alat canggih dan sirene, melainkan soal kesadaran kolektif untuk merawat bumi.

Dengan ditanamnya 30 pohon buah ini, SMAN 8 Pekanbaru kini tidak hanya lebih siap menghadapi gempa dan kebakaran, tetapi juga selangkah lebih hijau, lebih teduh, dan lebih lestari untuk generasi yang akan datang.
(dy).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *