Ojenews.com Rohul Riau,-Ribuan pecinta motor trail dari berbagai daerah di Pulau Sumatera memadati Taman Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Minggu (25/10/2026). Mereka berkumpul untuk mengikuti Jelajah Rimba Rohul (JRR) ke-14, sebuah ajang adventure trail tahunan yang menyuguhkan tantangan lintasan ekstrem sekaligus memperkenalkan pesona wisata alam Negeri Seribu Suluk.
Mengusung semangat kebersamaan dan petualangan, JRR tahun ini menghadirkan lintasan sepanjang kurang lebih 40 kilometer. Para rider ditantang menaklukkan berbagai medan, mulai dari jalur berlumpur, tanjakan terjal, penyeberangan sungai hingga lintasan hutan dan perbukitan yang menguji ketahanan fisik serta keterampilan mengendalikan kendaraan.
Tidak hanya mengandalkan adrenalin, para peserta juga dimanjakan dengan panorama alam Rokan Hulu yang masih alami. Keindahan sungai, kawasan hutan, serta air terjun yang berada di sepanjang jalur menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta olahraga otomotif tersebut.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Ribuan rider datang dengan motor trail yang telah dipersiapkan untuk menghadapi medan berat. Mereka tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Rokan Hulu, seperti Rambah, Tambusai, Kepenuhan, dan Rokan IV Koto, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Sumatera.
Ketua Panitia Jelajah Rimba Rohul, Doni Irawan, SE, mengatakan JRR merupakan kegiatan rutin tahunan yang tidak sekadar menjadi wadah menyalurkan hobi dan menguji kemampuan para rider. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam Rokan Hulu kepada masyarakat luas.
Menurutnya, jalur-jalur alam yang dimiliki Rokan Hulu memiliki daya tarik besar bagi penggemar adventure trail. Tantangan medan yang beragam, dipadukan dengan keindahan alam, menjadi keunggulan yang dapat dikembangkan untuk mendukung promosi daerah.
“Jelajah Rimba Rohul ini bukan sekadar hobi gas motor. Kita juga ingin menunjukkan bahwa Rohul memiliki hutan dan jalur adventure yang luar biasa. Solidaritas dan kekompakan tim menjadi hal utama. Satu jalur, satu lumpur, semua saudara,” ujarnya.
Doni menambahkan, semangat kebersamaan menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan JRR. Di tengah beratnya medan yang harus dilalui, para rider dituntut saling membantu dan menjaga kekompakan agar perjalanan dapat berlangsung dengan baik.
Suasana petualangan semakin meriah ketika para peserta mulai menghadapi berbagai rintangan di sepanjang lintasan. Bagi sebagian rider, medan ekstrem menjadi tantangan yang harus ditaklukkan, sementara bagi peserta lainnya, perjalanan tersebut menjadi kesempatan menikmati keindahan alam Rokan Hulu dari sudut pandang berbeda.
Tanjakan Berhadiah Rp10 Juta Jadi Magnet Peserta
Salah satu daya tarik utama JRR ke-14 adalah tantangan tanjakan berhadiah total yang disebut panitia mencapai Rp10 juta. Tantangan ini menjadi bagian yang paling dinantikan peserta karena menguji kemampuan teknis, ketepatan mengambil jalur, tenaga kendaraan, serta keberanian pengendara saat menghadapi medan menanjak.
Panitia menyiapkan tiga kategori tanjakan yang disesuaikan dengan kelas kendaraan peserta, yakni kelas built-up, KLX bore-up, dan RBT.
Pembagian kategori tersebut memberikan kesempatan kepada rider untuk menunjukkan kemampuan sesuai kelas kendaraan yang digunakan. Setiap peserta dituntut mampu membaca karakter lintasan, mengatur tenaga mesin, menjaga keseimbangan, serta menentukan strategi yang tepat agar dapat melewati tanjakan dengan baik.
Tantangan ini sekaligus menambah daya tarik kompetisi dalam kegiatan yang mengutamakan petualangan dan kebersamaan tersebut. Para peserta memiliki kesempatan menguji kemampuan masing-masing, sementara penonton dapat menyaksikan langsung keseruan perjuangan para rider menaklukkan medan yang menantang.
Meski demikian, keselamatan tetap menjadi hal penting dalam menghadapi setiap rintangan. Pengendara diharapkan memperhatikan kondisi lintasan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengikuti arahan panitia selama kegiatan berlangsung.
Empat Klub Bersatu, JRR Tampil Lebih Meriah
Pelaksanaan JRR ke-14 juga menghadirkan hal berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kegiatan adventure trail tahunan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Rokan Hulu ini digagas oleh satu klub, tahun ini penyelenggaraannya melibatkan kolaborasi empat klub trail di Pasir Pengaraian.
Keempat klub tersebut adalah X-Star, TAP, PASTA, dan RATA.
H. Maratua Daulay, ST, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan upaya menyatukan kekuatan komunitas trail agar penyelenggaraan JRR semakin meriah dan mampu menjangkau lebih banyak peserta.
“Biasanya X-Star sendiri yang membuat. Untuk kali ini kita gabungkan empat klub. Jadi, kita rangkul bersama,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan empat klub diharapkan memperkuat solidaritas antarkomunitas sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan. Dengan kerja sama tersebut, JRR diharapkan mampu menjadi agenda adventure trail yang semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional.
Maratua juga menyebutkan bahwa peserta JRR tahun ini tidak hanya datang dari Rokan Hulu. Sejumlah rider dari luar daerah turut meramaikan kegiatan, di antaranya dari Sumatera Utara, Bagan Batu, Pekanbaru, Jambi, Padang, serta daerah lainnya di Pulau Sumatera.
Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan besarnya daya tarik kegiatan adventure trail yang digelar di Rokan Hulu.
Menurut Maratua, animo masyarakat dan peserta terhadap JRR juga terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi dorongan bagi panitia untuk terus melakukan pembenahan agar kegiatan tersebut dapat berlangsung semakin baik dan memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta.
Promosikan Wisata Alam dan Nama Rokan Hulu
Di balik deru mesin dan tantangan lintasan ekstrem, JRR memiliki potensi lebih luas sebagai sarana promosi wisata alam daerah. Lintasan yang melewati kawasan dengan panorama alam menarik memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta yang datang dari luar Kabupaten Rokan Hulu.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal lebih dekat kekayaan alam Rokan Hulu, mulai dari bentang perbukitan, sungai, kawasan hutan, hingga air terjun yang menjadi bagian dari daya tarik daerah.
Kehadiran ribuan peserta juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama melalui kebutuhan konsumsi, penginapan, bahan bakar, serta berbagai keperluan selama mengikuti kegiatan. Besarnya dampak ekonomi tersebut tentu bergantung pada aktivitas dan transaksi yang terjadi selama pelaksanaan acara.





