Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau kembali melanjutkan rangkaian pembelajaran *Sekolah Pemilu Hijau* atau _Green Election School_ 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor KPU Provinsi Riau, Rabu (12/8).
Tahun ini pembelajarannya dikemas dalam dua kegiatan berurutan. Sesi pertama berupa pemutaran dan bedah film _“The Burning Season: The Chico Mendes Story”_. Sesi kedua dilanjutkan dengan diskusi bertema “Isu-Isu Lingkungan dan Pemilu: Perspektif Masyarakat Sipil”.
Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa yang sedang magang di KPU Riau serta perwakilan OSIS dari sejumlah SMA di Kota Pekanbaru.
*Belajar demokrasi lewat film Chico Mendes*
Pada sesi pertama, peserta diajak menonton film yang mengangkat kisah Chico Mendes. Tokoh tersebut dikenal karena perjuangannya mempertahankan hutan Amazon dan membela hak masyarakat yang menggantungkan hidup pada hutan.
Setelah pemutaran, diskusi dipandu Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Riau, Nugroho Noto Susanto.
Nugroho menyebut film dipilih sebagai media agar peserta lebih mudah memahami hubungan lingkungan dengan demokrasi secara kontekstual.
“Melalui film ini kita dapat melihat bagaimana persoalan lingkungan pada akhirnya berkaitan dengan kepentingan masyarakat, kebijakan, ekonomi, dan keberanian warga untuk menyuarakan kepentingannya,” ujar Nugroho.
Menurutnya, demokrasi tidak berhenti pada pemilu. Dibutuhkan masyarakat yang peduli dan mau terlibat dalam persoalan publik, termasuk lingkungan.
*Masyarakat sipil soroti pemilu dan kebijakan lingkungan*
Rangkaian dilanjutkan dengan diskusi bersama tiga narasumber dari organisasi masyarakat sipil. Mereka adalah Dina Reski Putri dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Margaretha Nurrunisa dari WWF, dan Arpiyan Sargita dari Jikalahari.
Ketiganya membahas persoalan lingkungan di Riau serta peran masyarakat sipil dalam mendorong kesadaran publik dan kebijakan yang berorientasi keberlanjutan.
Arpiyan Sargita menekankan bahwa pemilu bukan hanya soal memilih pemimpin.
“Pemilu bukan hanya tentang memilih siapa yang akan memimpin, tetapi juga tentang menentukan arah kebijakan yang akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Ia mendorong warga untuk melihat rekam jejak, gagasan, dan komitmen para calon terhadap persoalan lingkungan sebelum menentukan pilihan.
*Dua pendekatan yang saling melengkapi*
Dengan menggabungkan pemutaran film dan diskusi masyarakat sipil, KPU Riau berharap peserta tidak hanya mendapat pengetahuan. Mereka juga diajak menghubungkan isu lingkungan dengan realitas sosial dan proses demokrasi yang berjalan di masyarakat.
Sekolah Pemilu Hijau sendiri merupakan program berkelanjutan KPU Riau untuk membangun kesadaran pemilih muda, khususnya terkait isu lingkungan dalam konteks demokrasi.(rls)





