Visi Kapolri Baru “Polisi Bersama Masyarakat”, Pakar: Wujudkan Smart Digital Community Policing, Bukan Sekadar Wacana

Ojenews.com Pontianak Kalbar,- Mendengar visi Kapolri baru “Polisi Bersama Masyarakat”, seorang pengamat kepolisian yang pernah melakukan pengamatan langsung digital policing di Tiongkok, community policing di Jepang, dan studi banding ke Scotland Yard London, Inggris, menawarkan cetak biru operasional agar visi tersebut membumi.

Menurutnya, kepolisian modern tidak lagi sekadar mengandalkan kehadiran fisik. Negara-negara maju membuktikan keberhasilan memadukan Pemolisian Masyarakat (Community Policing) dengan Pemolisian Digital & Algoritma.

Pengamat mengusulkan blueprint operasional “Smart Digital Community Policing” sebagai implementasi konkret visi Kapolri baru. Teknologinya memadukan polisi humanis di depan dan mesin analitik cerdas di belakang untuk memahami pola aktivitas warga secara presisi.

Penggagas usulan adalah pengamat yang pernah sekolah di Jepang dan studi banding ke Metropolitan Police / Scotland Yard London, serta melakukan pengamatan di Tiongkok. Pihak yang didorong terlibat: Bhabinkamtibmas, Patrolman, Bintara Jaga, Command Control Center, serta masyarakat sebagai partisipan dan pengawas.

Gagasan disampaikan di Pontianak, Kalbar, merespons visi Kapolri baru yang sedang digaungkan.Kajian lapangan dilakukan di Tiongkok, Jepang, dan Inggris, dan diusulkan diterapkan di seluruh jajaran kepolisian wilayah di Indonesia.

Agar visi “Polisi Bersama Masyarakat” tidak sekadar wacana seperti masa lalu. Teknologi secanggih apapun tidak bisa menggantikan empati, namun AI bisa mengambil alih beban komputasi sehingga personel fokus pada resolusi konflik dan membangun kepercayaan publik.

a. Patroli Jalan Kaki Berbasis Digital: Hidupkan kembali patroli 2 orang dengan bodycam dan sarana komunikasi terkoneksi Bhabinkamtibmas. Konsep _Omnipresence_ – kehadiran pagi hingga malam. Pos kontrol didesain seperti kafe (soft approach) untuk melembutkan wajah otoritas.

b. Patroli Kendaraan / EV & Ruang Siber: Setiap kendaraan dilengkapi vehicle cam terhubung Control Command Centre untuk hot pursuit dan emergency call. Polisi juga harus patroli di ruang digital untuk meredam hoaks dan provokasi.

c. Penjagaan Statis di Titik Rawan (Police Hazard): Terapkan rumus C = N + K (Crime = Niat + Kesempatan). Matikan kesempatan dengan kehadiran polisi. Contoh Tiongkok dengan Grid Management (Wanggehua) – pos portabel setiap 100 meter sebagai edge computing node terintegrasi kamera AI Sky Net / Sharp Eyes.

d. Integrasi Total Command Control Center: Seluruh personel tidak bergerak tanpa arah. Harus dimonitor real-time oleh supervisor yang punya skill risk management dan berani diskresi bertanggungjawab. Terapkan Pemolisian Algoritma – big data dan prediktif disalurkan ke genggaman Bhabinkamtibmas sebelum sambang wilayah.

e. Pecahkan Rekor Quick Response 110: Buat panggilan 110 efektif dengan respons di bawah 5 menit sebagai SOP harian, bukan prestasi insidental. Terapkan respons komunal berbasis ekosistem digital – panic button warga otomatis verifikasi identitas via data kependudukan dan kerahkan petugas terdekat.

“Negara-negara tersebut membuktikan bahwa kepolisian modern tidak lagi sekadar mengandalkan kehadiran fisik. Mereka memadukan Pemolisian Masyarakat dengan Pemolisian Digital & Algoritma. Polisi humanis di depan, namun didukung mesin analitik cerdas di belakang,”

“Teknologi secanggih apa pun tidak akan pernah bisa menggantikan empati, penilaian moral, dan kearifan lokal seorang polisi saat berhadapan langsung dengan warganya. AI dan otomasi mengambil alih beban komputasi dan kecepatan data, membebaskan personel di lapangan untuk sepenuhnya berfokus pada resolusi konflik dan membangun kepercayaan publik.”

“Jika rutinitas kedisiplinan ini berjalan setiap hari secara konsisten, maka tugas pokok kepolisian sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan masyarakat, serta Penjaga Pemelihara Kamtibmas, akan benar-benar terwujud nyata,”(rls/munas).

 

—

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *