Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melalui Bidang Pendidikan Non Formal menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pendidikan Kesetaraan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini diikuti 65 peserta dari seluruh PKBM se-Kota Pekanbaru.
Bimtek Digitalisasi Pendidikan Kesetaraan digelar selama 2 hari untuk meningkatkan kompetensi pengelola PKBM dalam pemanfaatan teknologi digital, baik untuk pembelajaran maupun pelaporan administrasi.
Kegiatan dibuka langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru DR. H. Abdul Jamal, M.Pd. Hadir Kabid Pendidikan Non Formal Reni Bafita,S.Sos. M.Si, Kasi Pendidikan Non Formal Dwi Sapta Diana,S.Pd, serta pemateri dari PKBM Kak Seto dan pemateri lokal. Peserta 65 orang terdiri dari kepala dan tutor PKBM se-Pekanbaru. Salah satunya Ketua DPD PKBM Pekanbaru, Rudi Hendri, SE – yang juga Kepala PKBM Pucuk Rebung.
Untuk mentransformasi sistem pembelajaran nonformal agar lebih adaptif, inklusif, dan merata di era teknologi abad 21.
Dalam laporannya, Kabid menyebut kegiatan disusun sebagai dokumen pelaksanaan untuk mempedomani kemajuan teknologi digital dan diharapkan mampu mengedukasi pengelola pendidikan non formal agar lebih efektif dalam berbagai pelaporan.
“Sistem pendidikan harus mengikuti perkembangan teknologi digital agar relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Pendidikan kesetaraan (seperti PKBM) kerap menghadapi keterbatasan akses. Teknologi membantu menyetarakan kualitas materi ajar dengan pendidikan formal,” kata Reni Bafita.
Plt Kadisdik DR. H. Abdul Jamal, M.Pd dalam arahannya menegaskan digitalisasi bukan hanya untuk administrasi.
“Digitalisasi harus digunakan dalam proses pembelajaran jadi tidak hanya digunakan untuk laporan administrasi tapi masuk ke fasilitas media pembelajaran,” katanya.
“PKBM juga bisa mendapat alokasi dana APBD dan syaratnya status tanah milik PKBM dan dapat dipertanggungjawabkan. Bersempena giat ini saya menghimbau agar laporan penggunaan BOP marilah kita menyampaikan laporan secara aktual dan benar,” pintanya.(dy).





