Rektor Baru ISQ Syekh Ibrahim Siapkan Tata Kelola, Targetkan ISQ Naik Status Menjadi Universitas

Ojenews.com Rohul Riau,- Rektor Institut Sains Al-Qur’an (ISQ) Syekh Ibrahim periode 2026–2030, Syamzaimar, S.P., M.Si., CHRMP, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan tata kelola perguruan tinggi sebagai langkah awal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing kampus.

Syamzaimar menyampaikan, penataan akan dimulai dari aspek administrasi dan regulasi internal. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi penting untuk mendukung pengembangan ISQ dalam beberapa tahun ke depan.

“Awalnya kita akan melakukan penataan tata kelola administrasi terlebih dahulu. Regulasi-regulasi terkait administrasi akan kita susun terlebih dahulu,” ujar Syamzaimar.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ISQ Syekh Ibrahim akan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi untuk memberikan pelatihan tata kelola perguruan tinggi kepada dosen dan karyawan.

“InsyaAllah pada tanggal 1 bulan depan, kita akan mengundang profesor dari Kota Pekanbaru untuk memberikan pelatihan terkait tata kelola perguruan tinggi yang diikuti para dosen dan karyawan,” jelasnya.

Syamzaimar mengatakan, pembenahan tata kelola tersebut menjadi bagian dari visi besarnya untuk membawa ISQ Syekh Ibrahim berkembang menjadi perguruan tinggi yang memiliki kualitas dan daya saing lebih luas.

Ia bahkan menargetkan ISQ dapat berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di tingkat nasional.

“Dengan tata kelola yang lebih baik, kita berkomitmen menjadikan ISQ sebagai perguruan tinggi terbaik se-Nusantara,” tegasnya.

Selain peningkatan tata kelola, salah satu agenda strategis yang tengah dipersiapkan adalah perubahan status ISQ Syekh Ibrahim menjadi universitas. Syamzaimar mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait rencana tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikti. Selanjutnya kita akan mengajukan menjadi universitas. Mudah-mudahan kita segera menyusun persiapan untuk menjadikan ISQ ini menjadi universitas,” katanya.

Di bidang akademik, Syamzaimar juga berencana memperkuat kemampuan bahasa asing mahasiswa. Salah satunya melalui penerapan penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.

Ia menargetkan penggunaan bahasa Inggris minimal selama 15 menit pada awal setiap mata kuliah. Langkah ini diharapkan dapat membiasakan mahasiswa menggunakan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik.

Ke depan, Syamzaimar juga berharap ISQ Syekh Ibrahim dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Kerja sama tersebut diharapkan dapat disinergikan dengan berbagai program pemerintah daerah, termasuk program Satu Desa, Satu Masjid Paripurna.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka ruang bagi ISQ untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus mencetak generasi yang memiliki pemahaman keislaman dan kemampuan akademik.

“Harapannya ke depan kita dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait Satu Desa, Satu Masjid Paripurna, sehingga melalui program ini dapat menghadirkan ahlul-ahlul Quran,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *