Jual Sabu Dirumah Dinas, Guru SD Disungai Melayu Diciduk Polisi

  • Whatsapp

Ojenews.com Sungai Melayu,-Jajaran Polres Ketapang menciduk seorang guru pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial ML (54) di rumah dinasnya, di kecamatan Sungai Melayu Raya, lantaran terlibat kasus Narkoba Kamis (2/9/2021) lalu.

Kapolres Ketapang AKBP.Yani Permana mengungkapkan, kasus tersebut melibatkan dua orang yang berstatus Ibu dan anak. Anaknya OP (26) merupakan seorang residivis. Mereka diciduk di areal SD Negeri 2 Sungai Melayu.

“Dari hasil penyelidikan, dirumah dinas(guru) di jadikan tempat transaksi sabu, dirumah itu bahkan dilengkapi CCTV guna memantau pergerakan di luar, sehingga Mereka mengetahui siapa yang datang,” Papar AKBP, Yani (6/9/2021).

Kedua ibu dan anak itu di ciduk Polisi, ketika petugas menyamar sebagai pembeli. Dari hasil penggeledahan dirumah dinas tersebut, Polisi mengamankan Sejumlah barang bukti diantaranya sabu 0,3 gram, alat timbangan digital, kantong klip, plastik transparan perangkat kamera pemantau, satu pucuk senjata air gunung hingga uang tunai Rp 5,5 juta.Kepada awak Media, ML berdalih atas tuduhan dari pihak Polisian.Dia mengaku kalau yang berjualan Narkoba, bukan dirinya melainkan anaknya.

“Bukan saya tapi anak saya, anak saya dulu pernah jual Narkoba dan prilaku tidak menyenangkan dengan kerap marah dan banting barang.Kalau tiada saya anak saya memakai, kalau transaksi biasa diluar tidak dirumah dinas,” dahlihnya.

ML yang berprofesi sebagai PNS, sejak tahun 1993 silam mengaku kalau siap menerima sangsi apapun jika memang dinyatakan bersalah.

“Untuk memasang CCTV memang sudah lama dipasang karena sering ada kejadian pencurian,” Jelasnya.

Sementara OP (26) mengaku kalau baru tiga bulan mengunakan Narkoba, dan dirinya sempat masuk penjara, dengan kasus Narkoba.

“Belum lama itu pun buat pakai sendiri Akunya. OP, mengatakan kalau ibunya tidak mengetahui dirinya berjualan dan mengkonsumsi Narkoba.Kalau timbangan yang ditemukan memang punya saya itu, saya gunakan buat nimbang Emas waktu kerja dulu, kalau pistol softgun saya gunakan buat latihan karena saya bergabung dalam keanggotaan Berbangkin ada Surat-suratnya lengkap,”akunya.

Guna mempertangung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 2009 tentang tidak pidana Narkoba dengan ancaman Pidana penjara paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda Rp 1 Miliyar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *