Badan Kesbangpol Kabupaten Ketapang Launcing SILOKOMAS

Ojenews, com, Ketapang Kalbar, HumproDPRD ,– Sistem Informasi layanan organisasi kemasyarakatan dan konflik sosial masyarakat (Silokomas) dilauching di Badan Kesbangpol Ketapang, Selasa (5 Desember 2023). Prosesi Lauching aplikasi Silokomas ini disaksikan utusan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, para camat, organisasi kemasyarakatan dan undangan lainnya.

Kepala Badan Kesbangpol Ketapang Andreas Hardi, , mengatakan bahwa aplikasi silokomas ini merupakan bagian dari proyek perubahan yang diikutinya. Dibangunnya aplikasi ini merupakan bagian mewujudkan pemerintahan yang andal sesuai dengan visi misi Bupati Ketapang. Badan Kesbangpol sebagai perangkat daerah, tentunya menjalankan visi dan misi Bupati, yakni bagaimana membuat Ketapang ini menjadi wilayah yang nyaman. Ia melihat sampai saat ini, belum ada regulasi yang mengatur penanganan konflik sosial di Kabupaten Ketapang.

Dijelaskannya, potensi konflik tidak dapat dilepaskan dari kehidupan bermasyarakat, misalnya konflik lahan, perkelahian dan lain sebagainya. Aplikasi yang dilauching diharapkan menjadi salah satu alternatife masyarakat mengadu. Selanjutnya aduan Masyarakat ditindaklanjuti secepatnya dengan melibatkan perangkat daerah. Akar masalah konflik harus dipecahkan segera mungkin sehingga, riak-riak konflik dari awal sudah dapat diatasi sehingga tidak melebar menjadi konflik sosial.

Tindaklanjut dari aplikasi yang dilauching, kedepan akan dibentuk Tim. Hal tersebut sudah akan dibuatkan surat Keputusan Bupati Ketapang, dan saat ini sudah masuk dalam registrasi d Bagian Hukum. Selain aplikasi yang dilanuching, Andreas Hardi menerangkan, tidak hanya akan didukung dengan regulasi. Tetapi, aplikasi ini juga sekaligus terdapat fitur untuk proses pendaftaran organisasi masyarakat. Dengan aplikasi ini, masyarakat akan dimudahkan mendaftarkan organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Sehingga dari kecamatan, tidak perlu lagi datang ke kabupaten untuk daftarkan organisasi masyarakat, cukup melalui aplikasi Silokomas prosesnya bisa dilakukan dengan baik, nanti hal ini akan kita tindaklanjuti dengan melibatkan admin-admin yang dilatih, termasuk melibatkan admin di kecamatan,” papar Andreas Hardi.

Demikian juga dengan pengaduan Masyarakat, tindaklanjutnya nanti akan diinformasikan ke perangkat daerah. Penyelesainya juga diharapkan secepatnya mungkin. Hal terpenting adalah adanya deteksi dan cegah dini dari potensi konflik sosial.”Tentunya fitur-fitur aplikasi ini masih jauh dari sempurna, hal ini nanti akan kami perbaiki bersama pihak Pak Merli dari Diskominfo Ketapang, masukan dan saran dari bapak ibu sangat kami harapkan,” ucapnya.

Usai memberikan pemaparan dalam lauching aplikasi Silokomas, selanjutnya perwira Polres Ketapang yang menghadiri kegiatan mewakili Bupati Ketapang melaunching aplikasi silokomas. Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang disampaikan apresiasi terhadap pejabat yang mempunyai ide dan mempelopori sistem untuk mengatasi konflik sosial. Hal ini merupakan perubahan dan langkah nyata dalam mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pelayanan prima kepada masyarakat. Ia mengharapkan silokomas ini cepat direspon dalam mengatasi potensi konflik sosial. Diharapkan juga silokomas ini dapat disosialisasikan semua pihak ke masyarakat, dan aplikasi ini menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai dan sejahtera.(ms).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *