Sakit Berkepanjangan, Permohonan PHK Takkunjung Turun, Juriman Datangi Kantor PT.SMA

Ojenews, com, Ketapang Kalbar,-Salah seorang kariawan PT.Sawit Mitra Abadi (SMA) Juriman (37) tahun mengalami sakit berkepanjangan sejak dua (2) tahun lalu dan selama sakit tersebut Juriman tidak dapat melakukan pekerjaan seperti sediakala.

Guna memperjelas status dirinya sebagai kariawan yang tidak aktif bekerja, Juriman mendatangi Kantor PT.SMA ingin meminta keterangan prihal nasibnya. Dikatakan Juriman bahwa manajemen perusahaan telah melakukan tahapan pembayaran gaji bagi kariawan yang sakit berkepanjangan sesuai Undang Undang.

Dimana perusahaan PT.SMA sudah membayar gaji Juriman 100% selama empat bulan, 75% selama empat bulan, 50% selama empat bulan, dan 25% selama 11 bula.

“Saya sakit sejak Nivember 2020 lalu dan saya juga sudah menerima gaji dari perusahaan sesuai ketentuan Undang Undang bagi kariawan yang sakit berkepanjangan yakni, 100% selama empat bulan, 75% selama empat bulan, 50% selama empat bulan, dan 25% selama 11 bula, dan berkas berkas yang diperlukan perusahaan dalam proses Pemutusa Hubungan Kerja sudah kita lengkapi namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” sebut Juriman.

HRD. PT.SMA Arip yang didampingi stafnya Sunan merasa keberatan atas kedatangan Juriman yang didampingi media dan HRD Arip melarang wartawan mengambil gambar dan merekam saat wawancara.

Dalam pemaparanya Sunan staf HRD menyayangkan Juriman membawa wartawan karna menurutnya perusahaan sudah sangat berbuat baik terhadap Juriman sebagai kariawan yang sakit berkepanjangan.

“Kenapa membawa wartawan datang kekantor kurang apa kami ini segala sesuatu udah saya persiapkan mengenai uang pesangon dan surat menyuratnya dari rumah sakit saya yang usahain, Pak Juriman udah pernah mehadap saya udah saya tunjukin nilai nominalnya Rp 61,000,000, 00, dan udah saya ajukan, sekarang saya akan kensel pesangonnya kalau sempat keluar uang pesangonnya saya yang Keluar dari perusahaan kenapa harus membawa wartawan keliatan jahat kami ini,”katanya didepan HRD Arip dan beberapa staf lainnya.

Sunan juga menampik tidak pernah menerima kelengkapan berkas atau surat menyurat status sakit berkepanjangan dari Juriman maupun mandor Dedep dan.

“Saya tidak pernah menerima surar menyurat rumahsakit dari Juriman atau mandornya Dedeo silakan tanya sama mandornya saja,” kata Sunan.

Terkait perihal status Juriman kariawan PT.SMA yang mengalami sakit berkepanjangan tersebut, HRD PT.SMA Arip meminta Juriman mengurus surat keterangan sakit yang terbaru dan perusahaan akan mengulangi tahapan pembayaran gaji yang baru sesuai dengan ketentua Undang undang pembayaran gaji bagi kariawan yang sakit berkepanjangan.

“Kami minta pak Juriman mengurus surat keterangan sakit yang baru dan kami ulangin lagi mulai hitungan 100% gaji selama empat bulan, 75% selama empat, dan 50% selama empat bulan, 25% selama empat bulan, saya tidak Terima surat keterangan Sakit yang lama saya mau Surat Keterangan Sakit yang terbaru,”sebutnya.

Terkait perihal status Juriman yang mengalami sakit berkepanjangan dan pengajuan PHK yang tak kunjung tuntas,media www.ojenews melakukan konfirmasi via telepon seluler kepada Mediator Disnakertrans Bapak Agus Riwiyanto, SE. MM, mengatakan satu upaya ketika Perkerja/Buruh mengalami sakit berkepanjangan selama 12 bulan berturut-turut dapat mengajukan permohonan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) itu Perkerja /Buruh yang mengajukannya undang-undang mengatakannya sesuai Pasal 55 ayat (2) adapun:

1. Perhitungan Uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan pasal 40 ayat (2) ;

2.uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 40 ayat (3) dan

3.uang perhatian gak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4).

Dikatakan Agus Riwiyanto bahwa PHK tersebut kariawan yang bersangkutan yang mengusulkannya,”ujar Agus.

 

Demikian juga karyawan Perkerja/buruh Juriman ( 37 tahun) bertemu lansung Sinior menejer PT ,SMA Pak Ando, diruang kantornya bersama HRD PT SMA Pak Arip, mengatakan suruh memeriksakan diri dulu Pak Juriman kerumah sakit luar ,kalau ada keterangan sakit dari dokter rumah tersebut akan kami berkunjung bersama dokter Kami dari Perusahaan kami dan kami cek kerumah Pak Juriman, setelah itu kami akan mengadakan Rapat terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sakit Berkepanjangan “ukapnya

Saat bersaman Setelah sepulangnya dari kantor Estate abadi 1-2 PT SMA bertemu di perjalanan pulang mandor Perkerja/ Buruh Juriman, Pak dedep mengatakan surat menyurat keterangan sakit itu udah diserahkan ke kantor dan stap HRD bernama Pak Sunan beliau juga siap jadi saksi terkait surat menyurat Deri Rumah Sakit Fatimah Tersebut “uakapnya.

Perkerja /Buruh dimitai Keterangan Juriman (37 tahun) oleh Media ojenews, com, dikediaman rumah nya beliau mengatakan mengenai surat keterangan Sakit dori Dokter Rumah Sakit Fatimah Ketapang saya udah kami serah kan sama Mandor saya bernama Dedep untuk Klaim PHK, yang asli dengan surat menyuratnya tidak sama saya lagi hanya buti Rongsen dari rumah sakit tersebut menurut pengetahuannya saya punya saraf kejepit di belakang punggung sering sakit, dari mulai November 2020 yang lalu saya berobat saya juga udah di gaji mulai 100% selama empat bulan, 75% selama empat bulan, 50% selama empat bulan, dan 25% selama 11 bulan , dan Saya udah cek rekening korannya selama tanggal 23/01/2020 Sampai dengan 26/01/23 di Kecamatan Sandai BANK Negara Indonesia (BNI) Cabang Ketapang dengan nomor rekening 1046767274. Pada bulan yang lalu saya juga di kasihkan oleh Pihak Perusahaan datang kerumah saya, Surat Foto kopy Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Universitas Tanjungpura beralamat jalan Prof. H. Handari Nawawi Pontianak 78124,Telepon (0561) 739630, 085750045116 , Fax (0561) 576251, website: http//rumahsakit.untan.ac.id, pada tanggal 30 November 2022 ditandatangani Dokter yang merawat yang tertera di surat tersebut, pada hal saya gak pernah berobat ke Rumah Sakit tersebut saya hanya pernah berobat Rumah Sakit Fatimah Ketapang aja. Dugaan Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Universitas Tanjungpura tersebut yang di antarkan Kerumah saya itu, beberapa bulan yang lalu Rekayasa pembuatan dari Menejemen perusahaan PT SMA, dan saya masih menyimpan buktinya “Sebutnya

Dengan demikian lebih lanjutnya media ojenews, com , konfirmasi lewat telepon seluler kepada Mediator Dinaskertrans Bapak Agus Riwiyanto, SE. MM, mengatakan satu upaya ketika Perkerja/Buruh mengalami sakit berkepanjangan selama 12 bulan berturut-turut dapat mengajukan permohonan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) itu Perkerja /Buruh yang mengajukannya undang-undang mengatakannya sesuai Pasal 55 ayat (2) adapun:

1. Perhitungan Uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan pasal 40 ayat (2) ;

2.uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan pasal 40 ayat (3) dan

3.uang perhatian gak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4) tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *