Paradigma Perubahan Organisasi

Penulis:Drs.Sofyan,M.Si Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau

Ada hal yang menarik membaca buku Marketing In Crisis (2009 : 95) Karangan Rhenald Kazali “Ada ungkapan dikatakan perubahan memang tidak mudah,tapi tanpa perubahan tak akan ada kemajuan”, mencermati pandangan tersebut menunjukkan perubahan suatu tuntutan yang tidak dapat dihindari bila berkeinginan untuk suatu kemajuan.

Dalam dinamika pertumbuhan dan perkembangan organisasi kedepan,menunjukkan perubahan di dalam organisasi menjadi keharusan, namun yang menjadi renungan Siapa yang memulainya dan bagaimana dan kapan waktu yang tepat melakukan perubahan organisasi ? Pertanyaan ini kadang menjadi bahan perdebatan dan diskusi peneliti dengan paradigma dalam melihat dan melakukan perubahan organisasi,sementara makna “Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkunganya dalam berpikir,bersikap dan bertingkah laku” (Verdiansyah (2008 : 27) dalam buku Ilmu Komunikasi suatu pengantar”

Dalam konteks memandang organisasi dalam pendekatan tersebut,kalau dikaitkan dengan faktor organisasi dan manajemen dapat dikatakan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi strategis dalam melakukan perubahan organisasi,namun diperlukan kemampuan dalam merencanakannya dengan berbagai perhitungan dampak yang dapat terjadi dalam organisasi.

Melakukan perubahan organisisasi pada hakekatnya tidak ada suatu jaminan akan lebih baik dan pemimpin organisasi dalam teori organisasi dapat dikatakan agen perubahan, pemimpin akan diuji kempuan dan kapasitas dalam mengambil kebijakan yang mendapat dukungan penuh dari sumber daya manusia pada organisasi itu sendiri.

Memang melakukan perubahan organisasi dikatakan Mc.Cann (1991) “Terdapat empat area perubahan yang perlu mendapat perhatian eksekutif yakni : Teknologi,Produk dan Jasa, Struktur dan Sistim serta Sumber Daya Manusia”

Dalam aktivitas organisasi ke empat faktor tersebut saling berkaitann satu sama lainnya, sementara sumber daya manusia dapat dikatakan aktor dari perubahan dalam organisasi.Mudah-mudahan bila terdapat perubahan di dalam organisasi senantiasa bersikap optimis yang bertujuan agar organisasi tetap eksis mewujudkan tujuan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *