Hearing Koperasi STJ Kepenuhan Timur Dengan Perusahaan AMR Berujung Kecewakan

  • Whatsapp
Hearing Komisi II DPRD Rohul dengan Koperasi STJ dan Perusahaan AMR

Ojenews.com Rohul Riau
Negeri Seribu Suluk,-Persoalan antara masyarakat Desa kepenuhan Timur Kecamatan Kepenuhan yang tergabung dalam koperasi Sawit Timur Jaya (STJ) dengan Perusahaan Agro Mitra Rokan (AMR) yang telah lama terjadi. Alhasil persoalan ini mencapai pelaksanaan hearing yang difasilitasi oleh Komisi II DPRD Rokan Hulu pada,Selasa (13/7/2021).

Hearing yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Rohul, H Arief Reza Syah Lc dan dihadiri oleh anggota DPRD Rokan Hulu Komisi II lainnya, H Muhammad Ilham SP MM, H Abdul Muas, Camat Kepenuhan Gustia Hendri, Kepala Desa Kepenuhan Timur, Azhar AS, Ketua Koperasi Sawit Timur Jaya, Jasmanedi dan masyarakat Desa Kepenuhan Timur itu akhirnya mengecewakan.

Kekecewaan ini ditenggarai oleh tidak hadirnya Perusahaan AMR dengan alasan tidak berada di Rohul saat ini.

Dalam kesempatan itu Ketua Koperasi Sawit Timur Jaya (STJ) Jasmanedi menjelaskan, konflik antara PT.AMR dan koperasi Sawit Timur Jaya telah berjalan selama 6 tahun dan tanpa ada titik terangnya.

“Dari tahun 2016 telah muncul permasalahan, dimana pihak perusahaan AMR tidak lagi menepati janjinya, seperti yang tertuang pada kontrak kerjasama pada 2013 awal telah di laksanakan angkat kredit pada koperasi sawit timur jaya sebanyak 100 KK ke Bank BRI oleh pihak perusahaan.Yang mana seharusnya dan menyediakan di bebankan oleh pihak perusahaan, ternyata malah sebalik nya di beban kan oleh masyarakat itu sendiri,” Kata Jasmanedi.

Tidak cukup sampai disitu,Jasmanedi juga membeberkan berbagai pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan termasuk mengenai perizinan yang tidak berlaku lagi bahkan sudah mati.

“Dan itu semua belum diurus oleh pihak perusahaan, belum lagi ditambah pihak perusahaan yang telah menjual belikan lahan ini, munculnya kecurangan inilah yang membuat kami ingin duduk bersama dan bertemu ramah dengan perusahaan tersebut,” Tambahnya.

Lanjut Jasmanedi, dengan perlakuan pihak Perusahaan AMR yang dianggap sudah tidak relevan dengan perjanjian awal, tentu menimbulkan kekecewaan ditengah masyarakat.

“Tentu sangat kecewa sekali, karena keegoisan dari pihak perusahaan yang mewarisi sifat kolonial Belanda, mengakibatkan terpecah belahnya masyarakat Desa Kepenuhan Timur,” Sebutnya.

Jasmanedi mengakui, walaupun pihak Perusahaan AMR tidak dapat hadir, namun nyatanya hearing yang dipimpin oleh anggota DPRD Rokan Hulu tersebut juga dapat memberi pencerahan dan harapan bagi seluruh masyarakat Desa Kepenuhan Timur, terutama keanggotaan Koperasi Sawit Timur Jaya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Rohul, H Arief Reza Syah Lc melalui anggotanya H Muhammad Ilham mengatakan, setelah mendengar penjelasan dari pihak Koperasi, Camat, Desa dan OPD terkait, diketahui bahwa kerjasama antara Koperasi dan PT ARM nyatanya sudah batal.

“Hal ini sudah ditetapkan dan diumumkan oleh Mahkamah Agung, sehingga apabila ada kerjasama atau perjanjian yang selama ini belum terselesaikan, maka diharapkan untuk segera ditunaikan,” kata Muhammad Ilham.

Dijelaskannya juga, setelah mendengar penjelasan dari pihak Koperasi dan masyarakat, anggota DPRD sebagai penengah juga membutuhkan penjelasan dari pihak Perusahaan AMR, dan itu baru bisa diketahui pada pertengahan Agustus, sesuai permintaan Perusahaan.

“Pihak perusahaan juga telah mengkonfirmasi, bahwa mereka akan berupaya datang pada pertengahan bulan Agustus nanti,” Sebutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *