Gasing Permainan kearifan lokal

Mungkin dahulu sewaktu kita kecil khususnya anak laki-laki pernah bermain Gasing,salah satu bentuk permainan tradisionil yang mungkin saat ini sudah jarang kita temukan anak laki-laki bermain Gasing atau malahan tidak mengenal bagaimana bentuk Gasing dan cara memainkannya dan cara membuat Gasing.

Gasing yang merupakan permainan tradisionil sebagai bentuk kearifan lokal saat ini telah ada komunitas Gasing khususnya di daerah pesisir Riau, misalnya di Siak,Bengkalis dan di Pulau Rupat masih ditemui permainan Gasing dan beberapa waktu yang lalu di pertandingkan sebagai salah satu usaha melestarikan Permainan Gasing sebagai budaya kearifan lokal.

Berkenalan dengan salah seorang pengiat dalam komunitas Permainan Gasing Bapak Wahyudi warga Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis memberikan penjelasan tentang Gasing, bentuk-bentuk Gasing,bahan yang digunakan untuk membuat gasing dan tata cara bermain da penilaian dalam pertandingan Gasing yang dilaksanakan.

Semangat Bapak Wahyudi untuk melestarikan permainan gasing yang merupakan permainan tradisionil anak-anak di kampung dulunya, beliau bersama beberapa temannya senantiasa memperkenalkan permainan gasing bergabung dengan komunitas Gasing khusus di Pulau Rupat dan beberapa waktu yang lalu bersama beberapa teman mengikuti pertandingan Gasing yang diadakan di Kabupaten Siak, alhamdullillah bersama teamnya memperoleh Juara Tiga.

Untuk melestarikan budaya kearifan lokal permainan gasing diperlukan adanya agenda pertandingan gasing secara priodik melalui hal ini diharapakan menumbuh minat kalangan generasi muda untuk belajar bermain gasing yang memerlukan keterampilan tersendiri, yang jelas bermain gasing memiliki keasyikan tersendiri disebabkan adanya beberapa persiapan sebelum bermain gasing.

Gasing dimainkan dengan cara melilitkan tali dileher gasing,lalu diayunankan gasing tersebut kearah tabah atau ketempat arena lalu diagunkan dengan cepat gasing akan berputar.

Pada permainan gasing biasanya terdapat aturan bila gasing dapat berputar paling lama,maka dialah pemenangnya,dan pada saat permainan gasing bukan saja disukai anak-anak,namun orang dewasa juga menyukai permainan gasing.

Pada saat ditanya sama Bapak Wahyudi tentang bahan membuat gasing beliau mengatakan ada yang terbuat dari kayu bakau dan kayu asam yang penting jenis kayunya seratnya liat dan tidak mudah pecah pada saat bertanding dengan sistem beregu,ada yang namanya gasing penahan dan gasing pemangkah dan masing-masing regu memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penahan dan pemangkah dalam pertandingan gasing beregu,biasanya satu tim berjumlah lima orang dan ditambah satu orang anggota tim yang berperan untuk memperbaiki gasing yang selama bertandingan mengalami retak,.sebab gasing pemangkah diujung gasing terdapat besi ataupun paku yang sasarannya adalah gasing penahan.

Dalam pertandingan ataupun festival gasing ramai juga penonton disekitar arena pertandingan dan biasanya panitia menyediakan tenda dan kursi untuk menikmati pertandingan gasing,Terimakasih Bapak Wahyudi anggota Komunitas gasing atas informasi dan penjelasannya, rasanya ingin suatu saat menyaksikan pertandingan gasing yang dilaksanakan khususnya di Pulau Rupat.

Penulis Drs.Sofyan,M.Si Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *