Kordinator dan Pelaku Usaha Perparkiran Pekanbaru Menolak PT.Datama Sebagai Pengelola Parkir

  • Whatsapp

Ojenews.com Pekanbaru Riau

Negeri Smart City Madani,-Sejumlah kordinator dan pelaku usaha perparkiran Kota Pekanbaru menolak PT.Datama sebagai pengelola perparkiran di Kota Pekanbaru.

Penolakan ini terungkap saat para kordinator dan pelaku usaha perparkiran menghadiri acara Coffee Morning dan sekaligus sarapan pagi bersama anghota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar Puan-Ida Yulita Susanti,SH.MH bertempat di kedai kopi Laris Jalan Karet Pasar Bawah Pekanbaru, Sabtu (20/02/2021).

Terlihat hadir selain Puan-Ida Yulita Susanti,SH,MH nampak pula  Ir.JP.Simanjuntak alias Tartar yang merupakan tokoh perintis usaha perparkiran di Pekanbaru, Zulfan, Iwan serta beberapa kordinator perparkiran lainnya.

Dikesempatan ngopi bareng itu salah seorang kordinator yang mewakili lainnya Zulfan menyampaikan alasan penolakan mereka terhadap kebijakan pemerintah yang merubah pola pengelolaan parkir dari sistem swakelola menjadi pengelolaan perparkiran dengan KSO, kerja Sama Operasional telah mengurangi jumlah penghasilan dan bahkan menghilangkan lahan mencari nafkah atau rezeki mereka.

“Kami menolak dan minta Perwako pengelolaan perparkiran dicabut dan batalkan kerjasama pengelolaan parkir dengan PT.Datama karna kebijakan ini tidak berpihak  kepada masyarakat kecil. Kamihanya berkebutuhan untuk menafkahi anak dan istri, bukan mencari kekayaan.Kami minta batalkan kontrak pengelolaan parkir dan kembalikan pengelolaannyan seperti semula,”sebut Zulfan.

Senada dengan itu salah seorang kordinator perparkiran yang lokasinya di Jalan Paus Pekanbaru juga mendapat perlakuan yang tidak adil dilapangan oleh orang orang utusan perusahaan.

“Saya didatangi oleh orang utusan PT.Datama dan diminta setoran parkir setelah dilakukan negoisasi maka saya menyepakati untuk malakukan penyetoran setiap bulan. Namun anehnya, selang beberapa hari kemudian anggota juru parkir saya dilapangan kembali dimintai setoran parkir dan jika tidak disetor mereka tidak dibenarkan lagi jadi juruparkir dilokasi itu,”keluhnya.

Perintis usaha perparkiran Kota Pekanbaru Ir.JP.Simanjuntak alias Opung Tar tar sangat menyayangkan kebijakan yang diambil Pemko Pekanbaru melalui dinas Perhubungan. Dimana kebijakan merubah pola pengelolaan parkir dari swakelola menjadi Kerja Sama Operasional (KSO) telah menimbulkan gesekan dan berdampak sosial ditengah masyarakat. Hal ini sudah tidak patut dilakukan karna fungsi pemerintah melindungi masyarakat.

“Saya sebagai orang yang sudah banyak makan asam dan garam di bidang ini sejak berpuluh puluh tahun bahkan sudah 40 tahun lebih bergelut dibidang parkir Pekanbaru ini sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil.Mereka hanya mencari makan dan jangan hilangkan lahan rezeki mereka ini nanti mereka tidak bisa makan,”kata sesepuh parkir ini dengan aksen Sumatra Utaranya.

Menanggapi asfirasi dari para kordinator dan pelaku usaha perparkiran Kota Pekanbaru Puan-Ida Yulita Susanti,SH.MH mengatakan bahwa dirinya selaku anggota wakil rakyat tetap akan memperjuangkan asfirasi dari para masyarakat Kota Pekanbaru dan kordinator serta palaku usaha perparkiran yang setakad ini terzolimi.

“Saya akan perjuangkan agar hak hak masyarakat, hak hak perintis usaha parkir dan kordinator perparkiran yang lebih dahulu mencari rezeki di bidang ini,” ujarnya.

Dikatakan politisi Golkar ini bahwa ada indikasi konsfirasi dalam pemenangan PT.Datama sebagi pemenang lelang pengelolaan perparkiran di Kota Pekanbaru.

“Kami menduga ada upaya konsfirasi dalam pemenangan lelang karena perusahaan tersebut tidak kapapel dan tidak punya pengalaman dalam melakukan pengelolaan perparkiran dan ini merupakan kecacatan dalam prosesnya. Selain itu ada lagi bukti bukti yang mengarah kepada dugaan konsfirai tersebut,”katanya.

Ida bertekad akan memperjuangkan asfirasi ini sampai tuntas dan meminta kepada seluruh kordinator dan pelaku usaha perparkiran Kota Pekanbaru untuk tetap bersabar dan mensupot agar persoalan ini dapat terselesaikan seperti yang diharapkan.(dy).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *