Ini Hasil Tuntutan Terkait Kasus Penganiayaan Anak di Daludalu

Ojenews.com Rohul Riau,- Memasuki sidang kedua Kasus pengeroyokan penganiayaan yang menyebabkan luka ringan pada anak di daludalu Kecamatan Tambusai yang terjadi pada Mei pukul 12.00 malam lalu, berawal dari rusuh dan perkelahian antara pemuda Dalu-dalu dengan Putra Sulung dari Alamsyah harahap atau biasa dipanggil alam Godang.

Dengan adanya kericuhan tersebut, Ninik mamak Luhak Tambusai merasa keberatan dan tidak terima dan membuat laporan. Laporanpun berlanjut, dan menyeret kasus ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian. Diketahui sidang pertama berlangsung pada selasa sore, 27/09, lalu. dan kali ini berlanjut sidang kedua tentang pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum.

Sesuai hasil sidang II, Ketua mejelis hakim Endah Karmila memutuskan Anak dan Bapaknya (Alamsyah) dikenakan denda Rp. 2000 dan kurungan selama 3 (tiga bulan). Hal ini berdasarkan Undang-undang perlindungan anak.

Menanggapi hal ini, Penasehat Hukum (PH) Laskar Tambusai Yasrialek, S. H, M. H merasa tidak terima dan menyatakan tuntutan yang dibacakan majelis hakim tersebut tidak adil. “Seharusnya kasus ini dikenakan pasal 170 dengan ancaman 7 tahun penjara” tegasnya.

Saya selaku kuasa hukum dari saudara alqi yang mana korban pengeroyokan dan penganiayaan yang di lakukan oleh saudara Alamsyah harahap merasa tidak terima dengan hasil tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU),jelas kuasa hukum yasrialek.

“Kita akan pantau terus keberlanjutan kasus ini. Yaa, kita berharap dewan hakim kira nya mengkaji ini dan memutuskan hukuman dengan seadil-adilnya sesuai dengan dasar hukum yang berlaku” Kata Yasrialek, PH Laskar Tambusai.

Sementara itu, Daud Pasaribu selaku Penasehat Hukum Alamsyah menyampaikan, “putusan ini sudah termasuk adil, terlebih Alamsyah juga bersedia didenda secara adat karena menjaga marwah adat luhak tambusai, mengingat lokasi perkara bukan tempat tinggalnya. Namun untuk hukum, Alamsyah mengikut dengan hukum yang berlaku”,

“saya kira tuntutan ini sudah adil ya. Kita inginya majelis hakim teliti betul atas fakta-fakta yang terjadi. Sehingga putusannya nanti betul-betul bersikap adil seadil-adilnya”tutup Daud Pasaribu.(rat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *