Acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-94 di SMPN5 Pekanbaru

Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda, ditandai sebagai hari kebangkitan pemuda bangsa.Disadari bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ini merupakan upaya pemerintah menghadirkan sejarah masa lalu untuk direnungkan dan dipelajari.Dalam giat peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini ditemukan kristalisasi pembelajaran berbhineka tunggal ika menuju cita cita bangsa yang bersatu.

Dalam memperingati momen kebangkitan pemuda Indonesia ke-94 tahun ini banyak cara dilakukan. Misalnya, SMP Negeri 5 Pekanbaru yang beralamatkan di Jalan Sultan Syarifkasim Kota Pekanbaru itu menggelar berbagai acara dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 tahun ini.

Sebagai mana diinformasikan kegiatan memperingati hari Sumpah Pemuda dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis dan Jumat (27- 28 Oktober 2022).
Pada hari Kamis, dilakukan pembukaan lomba tari tradisional 24 daerah oleh Plt.Kepala Sekolah Dra.Evie Vayeni yang diikuti oleh 24 kelas.Sementara pada hari Jumat pagi dilakukan pawai berbusana daerah yang diiringi dengan Drambend SMP Negeri 5 dan dilanjut dengan rangkaian acara lomba peragaan busana daerah.

Keterangan ini disampaikan Plt.Kepala SMP Negeri 5 Pekanbaru Dra.Evie Vayeni didampingi Sholihin,M.Pd Wakil Kesiswaan SMP Negeri 5 Pekanbaru di sela acara.

Dalam penjelasanya Dra.Evie Vayeni menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemudah Tahun ini pihaknya memperingati dengan menggelar dua macam lomba yakni Lomba tari tradisional 24 daerah, pawai keliling dengan berbusana daerah diiringi dengan Dramband SMP Negeri 5 dan dirangkai dengan lomba peragaan busana daerah nusantara.

“Sempena Hari Sumpah Pemuda Tahun Ini kita memperingatinya dengan menggelar macam macam Lomba,seperti lomba tari tradisional 24 daerah dan lomba ini diikuti oleh 24 kelas. Selain itu kita juga menggelar Lomba peragaan busana daerah nusantrara serta melakukan pawai keliling dengan iringan drambend sekoalah kita,” Dra.Evie Vayeni.

Dra.Evie Vayeni mengatakan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran kepada kita untuk menyikapi perbedaan suku, agama, ras dan kultur serta bagaimana perbedaan itu memjadi kekuatan bukan sebagai faktor melemahkan, dan ini yang kita harapkan dari memperingati Hari Sumpah Pemuda,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *