Tunjuk Ajar dan Makna Pemberian Gelar Adat

Tak dapat dimungkiri Keberadaan dan eksistensi Lembaga Adat Melayu Riau nampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi salah satu Bacapres, hal ini terlihat dari di undangnya Petinggi LAM Riau ke
Jakarta sebagai langkah awal meminta tunjuk ajar yang rencananya salah satu Bacapres yang akan mengunjungi Riau meskipun belum ada kepastian jadwal kunjungan yang akan dilakukan ke Riau.

Salah satu yang menarik dan menjadi perbincangan masyarakat apakah nantinya akan diberikan Gelar kepada yang bersangkutan, meskipun isu tersebut langsung dibantah oleh Petinggi LAM Riau. Untuk itu rasanya perlu LAM Riau memberikan informasi dan mensosialisasi tentang persyaratan di dalam pemberian Gelar adat kepada tokoh Masyarakat, dengan harapan berbagai isu yang menjadi perbincangan di masyarakat tidak terjadi.

Kalau dilihat dalam perspektif organisasi yang berbentuk Lembaga menunjukkan keberadaan lembaga tersebut dengan berbagai aktivitasnya menjadi perhatian masyarakat, apalagi kalau dilihat megahnya Gedung LAM Riau dan disanalah tempat majelis bermusyawarah dan mengambil kesepakatan. Bila dikaitkan adanya melakukan Tepuk tepung tawar kepada salah satu Bacapres yang dikemas dalam bentuk meminta tunjuk ajar dengan mengedepankan adat dan adab rasanya perlu memperhatikan kepantasan dan kepatutan,kalau dilihat dari kedudukan LAM Riau itu sendiri, kalaulah ingin bersilaturahmi sebaiknya tamu yang datang ke rumah tuan rumah dan bukan sebaliknya. Namun telah terjadi.

Kalau dilihat dari sisi mengundang untuk bersilatuhmi sebelum datang ke Riau memang ada baiknya untuk.mengetahui berbagai adat dan adab melayu,rasanya sebagai pihak yang meminta tunjuk ajar alangkah eloknya bukan petinggi Lembaga Adat Melayu Riau yang mendatangi LAM Riau yang bisa saja dengan cara menyampaikan kepada orang kepercayaan atau tim beliau yang ada di Riau,bagaimanapun kedudukan dan marwah LAM Riau perlu dikedepankan.

Semoga keberadaan Lembaga Adat Melayu Riau menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan adat dan adab Melayu,azas kepantasan dan kepatutan perlu senantiasa dijaga kedepannya.

Penulis: Drs.Sofyan,M.Si Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *