PPKM Level IV di Kota Pekanbaru Diperpanjang, Wagubri Harap Masyarakat Pekanbaru Patuhi Aturan Pemerintah

  • Whatsapp
Wagubri Edy Natar nasution (foto net)

Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan perpanjangan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV hingga tanggal 9 Agustus 2021, perpanjangan ini berlaku bagi sejumlah daerah termasuk Kota Pekanbaru.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution berharap masyarakat Kota Pekanbaru mematuhi aturan pemerintah dan melaksanakan pedoman yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru Nomor 16/SE/SATGAS/2021 tentang Pedoman PPKM Level IV di Kota Pekanbaru.

Hal ini disampaikan Wagubi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN)di Wilayah Provinsi Riau yang ditaja oleh Polda Riau, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau, Selasa (3/8/2021).

Lebih lanjut Wagubri mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga telah mengeluarkan aturan mengenai PPKM berbasis mikro melalui Instruksi Gubernur: 143/INS/HK/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan sampai dengan Tingkat Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT) yang Berpotensi Menularkan Corona Virus Disease 2019.

“Sehingga menetapkan Kota Pekanbaru untuk melakukan PPKM Level IV mulai tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus yang kemudian diperpanjang hingga 9 Agustus 2021,” jelasnya.

Selama aturan tersebut dibelakukan yakni sejak 26 Juli yang lalu, Wagubri mengatakan bahwa Pemprov Riau juga telah melakukan beberapa tindakan, diantaranya pertama, memberikan himbauan Kepada masyarakat dan mendistributkan Surat Edaran Wali Kota tentang Pedoman Penerapan PPKM Level IV di Kota Pekanbaru.

Kedua, memberikan teguran baik tertulis maupun teguran lisan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

Ketiga, melakukan pemblokiran NIK terhadap warga yang tidak menerapkan Protokol kesehatan.

Keempat, bagi masyarakat yang ditemukan reaktif pada saat swab antigen, langsung dibawa ke rumah sakit Madani dan Asrama Haji Provinsi Riau.

Kelima, mengamankan masyarakat yang tidak memiliki identitas.

Keenam, melakukan penutupan sementara bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan.(ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *