Perkara Dugaan Korupsi Kades Titi Akar Masih Pemberkasan

Ojenews.com Bengkalis Riau,-Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis saat ini tengah melakukan pemberkasan perkara dugaan korupsi Kepala Desa Titi Akar dengan tersangka Sukarto, (Kamis (16/6/22).

Hal ini dikatakan Kejaksaan Negeri Bengkalis melalui Kasi Pidsus Nofrizal, SH, melalui pesan WhatsApp, Kamis siang.

“Masih pemberkasan, bang,” ujar Nofrizal menjawab konfirmasi iniriau.com.

Seperti dirilis sebelumnya, Sukarto sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis dengan status titipan Kejaksaan Negeri Bengkalis. Selain Sukarto, ikut ditahan bendahara Desa Titi Akar bernama Sugini. Baik Sukarto maupun Sugini tahan sejak Selasa (24/5/22) lalu.

Tentang ditahannya Kades dan bendahara Desa Titi Akar ini dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis, Rakhmat Budiman melalui Kasi Intel Isnan Ferdian. Rabu (25/5/22) pagi.

“Benar, pada tanggal 24 Mei 2022, Kejari Bengkalis melalui Tim Penyidik pada Tindak Pidana Khusus telah melakukan penahanan terhadap 2 tersangka dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara Tahun Anggaran 2019-2020.” kata Isnan di ruang kerjanya, Rabu siang.

Isnan menegaskan, tersangka yang ditahan tersebut adalah Kepala Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Sukarto dan Bendahara Sugini. Keduanya akan ditahan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan Kelas IIA Bengkalis untuk kepentingan penyidikan,” tambah Isnan

Dijelaskan Isnan, dugaan korupsi tersebut terjadi dalam kurun waktu Tahun 2019 dan Tahun 2020. Keduanya melakukan pencairan dana kas Desa yang bersumber dari Alokasi dana desa (ADD), Dana Desa (DD), serta bantuan keuangan dari Provinsi dan Kabupaten untuk Desa Titi Akar. Namun setelah seluruh dana tersebut dicairkan ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan (fiktif) sebagaimana peruntukannya, dana tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

” Bahwa berdasarkan perhitungan Ahli, perbuatan kedua tersangka telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp.803.467.728,-.

“Dengan telah dilakukannya tindakan penahanan terhadap kedua tersangka, penyidik akan segera mempersiapkan berkas perkara untuk kedua tersangka dan melimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk diperiksa dipersidangan dan mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap.” ungkap Isnan

Dijelaskan Isnan, dalam perkara ini Sukarto dan Sugini melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 KUHPidana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.