Monamak Kubua Tungkek Suku Kanang Kopuh Luhak Kepenuhan

  • Whatsapp

Ojenews.com Rohul Riau,-Adat Moninggikan Tanah atau ” Monamak Kubua ” ini termasuk Hukum adat pertama di Luhak Kepenuhan yang ” Dipogang Pakai ” ( Pedoman ) yaitu Adat Sedio Lamo, dari 4 hukum yang ada dalam adat Luhak Kepenuhan yaitu urutan pertama adalah Adat Sedio Lamo, keduo : Adat istiadat, ketiga : adat yang di adatkan dan Keempat adalah Adat Mufakat. Demikian disampaikan Ismail Dt Podano Montoi Gelar Kurnio Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan.

Dikatakan, sebelum dilaksanakan Adat Monamak Kubua ini, terlebih dahulu induk yang di panggil Mamak dalan suku ini berlaku untuk semua suku yang 10 yakni Suku Bangsawan, Suku Anak Ajo- ajo, Suku Nan Soatuih, Suku Melayu, Suku Monilianh, Suku Kanang Kopuh, Suku Pungkuik, Suku Maih, Suku Kuti dan Suku Ampu, mengumpulkan seluruh anak kemenakan dan seluruh Induk dalam suku kanang Kopuh serta pucuk untuk musyawarah mupakat tentang pelaksanaan Monamak Kubua ini,”jelasnya.

Ketika Seorang Pejabat Adat ( orang yang memiliki Gelar adat) prosesi Monamak Kubua dilaksanakan Secara Adat Botepak, mulai dari Pucuk, Tungkek, Induk, Mato Induk dan Mato Buah Poik, maka sebelum almarhum dikebumikan ( fardhu Kipayah ) maka oleh suku sesuai dengan jabatannya, maka sudah ada nama pengganti pejabat adat yang di maksud, sesuai dengan potatah Potitih adat : Bojonyang Naik, Botango Tu-un, Sonik Bogele Godang Bolega, Patah Tumbuh Hilang Boganti,”demikian di sampaikan Ismail Dt. Podano Montoi penerima Anugrah Tokoh Budaya Riau 2021.

Acara Meninggikan tanah Tungkek Suku Kanang Kopuh Alm. H. Kaharuddin Dt Mangkuto Sindo ( Induk Usau) yang bersamaan dengan Sang Istri Almh. Hj. Asni ( Suku Melayu Induk Potaan) yang diselenggarakan pada Ahad, tanggal 10 Oktober 2021 pukul 07.40 WIB sampai selesai bertempat di Pemakaman Masjid At Taqwa, Tanjung Padang Kota Tengah Luhak Kepenuhan.

Prosessi Monamak Kubua ini juga di hadiri oleh Pucuk, Tungkek,, induk, mato- mato buah poik, Dubalang, Imam nan 4, Imam dipadang, alim ulama dan masyarakat serta anak kemenakan dan para Undangan,” kata Zairul Effendi, anak kandung Alm Datuk mangkuto Sindo.

Setelah acara meninggikan tanah selesai di laksanakan, maka seluruh hadirin kembali ke rumah Duka untuk pelaksanaan agenda acara lainnya.

Mamak Ajo Nan Gagah Inuk Usau Suku Kanang Kopuh Masri mengatakan salah satunya Pulang Memulang,” ujcapnya.

Lebih lanjut Masril menjelaskan, bahwa yang hadir dalam pelaksanaan agenda Adat ” Pulang Momulang ” ini adalah Mamak Ajo nan Gagah ( induk Usau ), mato- mato buah Poik Arpan Mamak Ajo Bungsu. Sedangkan dari Suku Melayu Induk Potaan ( dari pihak Alm Istri Dt Mangkuto Sindo ) adalah Jamri Mamak Paduko Sumajo,
Mato- mato Buah Poik
Lismardi Mamak Podano Mudo dan H. Arisman Ardianto Mamak Podano Monti.

Dari Keluarga Almarhum H. Kaharuddin Dt Mangkuto Sinda adalah Bapak Amran dan Bapak Edi. Uwang Sumondo Potaan Zulkifli Mansur Mamak Mangkuto Kayo. Kemudian acara di lanjutkan dengan pembacaan Yasin, tahli, Tahmid dan doa.

Sedangkan untuk acara penobatan gelar adat Tungkek Suku Kanang Kopuh yakni Dt. Mangkuto sindo akan di laksanakan dalam waktu yang akan datang, karna perlu waktu dan kesempatan dari semua induk dan anak kemenakan serta Pucuk Suku Kanang Kopuh menentuk siapa yang akan menjabat Sebagai Tungkek Suku Kanang Kopuh Luhak Kepenuhan,”tutup Ismail Dt Podano Montoi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *