Kembali Masyarakat Laporkan Rizal Kades Sungai Alah Kuansing ke Inspektorat.

  • Whatsapp

Ojenews.com Kuansing Riau,-Emri atau yang dikenal dengan sebutan Ombeng, mewakili Masyarakat Desa Sungai Alah kecamatan Hulu Kuantan kembali mendatanggi kantor Inspektorat Kuansing guna membuat laporan dengan dugaan atas penyalah gunaan jabatan Kepala Desa, Desa Sungai Alah Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten kuantan Singingi, Selasa (28/9 2021)

Dengan membawa bekal surat pengaduan yang sudah di tanda tangani oleh 21 orang perwakilan masyarakat Desa Sungai Alah, yang isinya hampir sama dengan yang pernah dilaporkan juga kepada Pihak Kejaksaan Negeri Taluk Kuantan beberapa Minggu yang lalu dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Adapun dari laporan masyarakat tersebut beberapa item yang akan kami laporkan berdasarkan dari hasil Musyawarah Tanggal 27 September 2021 atas dugaan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sungai Alah Kabupaten Kuantan Singingi”ujar Emri.

Pada hari ini saya mewakili masyarakat Desa Sungai alah sengaja datang ke kantor Inspektorat Kuansing guna mengajukan dan melaporkan Kepala Desa Sungai Alah M. Rizal, adapun hasil Musyawarah kami didesa yang telah kami sepakati sebagai berikut :

1. Dugaan Mart up dan penyelewengan bantuan sapi yang tidak sesuai bestek.

2 Dugaan pembayaran honor gharim dan guru MDA yang tidak dibayarkan

3 Dugaan mark up pembangunan Turap (box Cauvert) tahun 2019.

4. Dugaan mark up pembangunan semenisasi

5. Dugaan penyalahgunaan dana BUMDES Tahun 2020 s/d 2021

6. Dugaan SPJ fiktif (dugaan Speed boad)

7. Dugaan potongan honor Aparatur Desa

8. Dugaan tanda tangan Masyarakat dipalsukan dalam SPJ

9. Dugaan penggelapan pajak kegiatan Desa Tahun Anggaran 2018 s/d 2021

Emri berharap kepala Badan Inspektorat Kabupaten Kuantan Singingi untuk secepatnya menanggapi dan menindaklanjuti dari pengaduan kami harapnya.

“Alhamdulilah pengaduan kita cepat dan langsung di tanggapi dan dilayani oleh Dinas/Badan Inspetorat ujar Emri.sekaligus juga melengkapi persyaratan untuk sebagai pelapor ujarnya.

Dan untuk itu sambil kita menunggu hasilnya, dari Kejaksaan Negeri Dan Badan Inspetorat kepada warga dan masyarakat Desa Sungai Alah di harapkan bersabar dan tetap menciptakan keadaan desa dengan aman dan kondusif,”tambahnya.

Emri Juga membantah, sesuai dengan yang beredar bahwa Desa Sungai Alah dalam keadaan baik baik saja, jah itu tidak benar karena saat ini kita sedang melaporkan Kades ke Inspektorat,”tampiknya.

Tempat terpisah kepala Inspektorat Darwin melalui Kasubag Erlap Faizal Amri SE.M.IP diruang kerjanya dengan ramah melayani dan menerima Pengaduan dari salah seorang warga disungai Alah dan memberikan sedikit masukan atau Sosialisasikan program aplikasi baru yang ada dikantor inspektorat yaitu dengan mengunakan Aplikasi secara olnline yaitu aplikasi pengaduan WBS cukup dengan mengunakan HP Android dan tidak perlu lagi datang kekantor Kami,” terang Faizal Amri.

Namun demikian lanjutnya, bukan menutup untuk manual seperti saat ini, hal ini hanya mempermudah pelayanan, bila mana ada yang akan melapor dalam jarak yang relatif jauh,dan untuk Laporan saat ini saya akan terima dan saya akan secepatnya proses untuk menindaklanjuti sesuai arahan pimpinan nantinya tutupnya.

Ketika di konfermasikan kembali kepada kepala kejaksaan Negeri kuantan Singingi Hadiman Melalui Kasi Intel Rinaldy Adriansyah SH.MH atas tindaklanjut pengaduan dari masyarakat sungai Alah beberapa Minggu yang lalu menyebutkan pada pesan singkatnya melalui Whats Appnya mengatakan.

“Lagi menunggu hasil hitungan dari APIP Inspektorat,”jelasnya.

Terakhir perihal tersebut dan saat awak media turun kedesa Sungai Alah Minggu yang lalu, dan melihat secara langsung pada bangunan Box Clauvert yang di bangun tahun 2019 yang lalu.

Box clauvert ini merupakan salah satu aitem yang dipertanyakan warga desa.Hasil temuan dilapangan bahwa diatas Box Clauvert itu terdapat sebidang kebun sayur warga dan kondisi ini menjadi pertanyaan bagi awak media.

Pemilik kebun bernama Rustani membenarkan bahwa kebun itu adalah miliknya.
” kami dulunya ada perundingan antara kepala desa sebelum adanya pembangunan Box Clauvert karena perbatasan antara anak sungai dengan tanah saya, bila nantinya sudah selesai bangunan Box clauvert tersebut dan sudah di timbun kembali sipemilik tanah di perbolehkan untuk mengunakan tanah miliknya kembali seperti biasanya,”kata Rustam menirukan ucapan perjanjian Kades Sungai Alah.

Disinggung terkait apakah ada gantirugi lahan terkena pembangunan Box Clauvert tersebut, Rustam menyebutkan bahwa tidak ada ganti rugi.

“Hanya saja ada diganti beberapa tanaman yang terkena Box clauvert itu seperti beberapa pohon sawit dan sekira Rp.800 rb lah ditambah dengan tongkat pagar (toreh),” kata Rustam.

Rustam juga menegaskan bahwa tidak ada permasalahan dengan tanah yang di atas box Clauvert.

“Tidak ada masalah, cuman saya minta kepada kepala desa agar diumumkan di mesjid atau di balai desa bahwa kami tidak pernah ada jual beli tanah tersebut,” pintanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *