Boudah Sebuah Tradisi Yang Hampir Punah

  • Whatsapp

Ojenews.com Rohul Riau
Kotatengah Nogoi Beradat,-Boudah atau borudah adalah bahasa Ibu di 5 Luhak Negeri Seribu Suluk sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut dengan Qosidah Burdah.

Terkait kesenian boudah ini,Lismardi yang bergelar Mamak Mao Sutan menjelaskan bahwa Boudah ini adalah suatu kesenian yang turun temurun dari generasi kegenerasi yang dimainkan setiap menggelar acara adat.Kegiatan kesenian Bodah ini juga dimainkan pada malam hari setelah sholat Isya sampai tengah malam.

“Kesenian Boudah ini dimainkan dengan alat musik Bobano, dengan jumlah 10 sampai 15 Bobano yang dimainkan oleh anggota Boudah,”jelas Mamak Mao Sutan yang juga merupakan anggota kesenian Boudah.

Ditempat terpisah, Daman Huri Dt Banda Luhak Kepenuhan, menyebutkan bahwa umur dari kesenian Boudah ini sudah lebih dari 100 tahun.

“Saat ini umur saya sudah 64 tahun, waktu masih kecil kesenian ini sudah ada di Luhak Kepenuhan.

Adapun isi bacaan dengan alunan suara yang di mainkan dari boudah adalah pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dimana kitab yang dibaca tersebut adalah dari Kitab Barsanji, tapi sair yang di bacakan dalam sair Boudah berbeda tidak seperti yang tertulis dalam kitab Barsanji,”sebut Daman Huri Datuk Banda.

Ismail Dt Podano Montoi Luhak Kepenuhan menyebutkan bahwa kesenian Boudah ini harus mendapat perhatian yang serius dari para pemuka masyarakat di Lima Luhak Negeri Seribu Suluk.

“Kesenian Boudah ini sudah nyaris punah dan jika kita tidak melestarikan dan membudayakan kesenian ini.Sebagai contoh di Luhak Kepenuhan Hanya tinggal 2 group yang masih aktif, begitu pula di Luhak Kunto, sedangkan di Luhak Tambusai, Luhak Rambah dan Luhak Rokan kesenian ini sudah tidak ditemukan lagi,”kata Datuk.

Selain itu Ismail yang bergelar Datuk Podano Montoi itu berharap kepada LAM Rohul dan Pemkab Rokan Hulu untuk bisa memberikan dukungan berupa perhatian dan pelatihan untuk melestarikan tradisi Boudah di Negeri Seribu Suluk ini.

“Saya berharap agar LAM berserta Pemerintah memberikan pembinaan kepada penggiat kesenian Boudah ini dan Insyaallah dalam tahun ini kita akan mengajukan tradisi Boudah ini untuk diusulkan dalam Warisan Budaya Tak Benda ( WBTB ) ke Provinsi Riau dan Nasionsl, sehingga harapan kita budaya ini terus lestari dan menjadi Budaya Kebanggaan kita Semua,”sebut Ismail Dt Podano Montoi yang merupakan tokoh Budaya Provinsi Riau 2021.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *