Ojenews.com Semarang Indonesia,-Suasana santai namun sarat wawasan terasa kental di Posin Bakery and Cafe, Semarang, pada 13 Januari lalu. Sebanyak 32 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelaku UMKM digital, hingga pegiat startup lokal berkumpul dalam sebuah forum diskusi bertajuk Sharing Insight Industri IT Bersama Qwords. Acara ini menjadi ruang bertukar gagasan lintas generasi, membahas masa depan industri teknologi informasi, tantangan yang dihadapi, serta peluang besar yang terbuka bagi talenta muda di era digital. Kegiatan ini diinisiasi oleh Qwords bersama SANDEC dan Kakarobot sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam memperkuat ekosistem digital di Kota Semarang.
Mengusung konsep diskusi ringan namun berbobot, acara ini dirancang agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif. Dengan format sharing session dan tanya jawab interaktif, para narasumber berbagi pengalaman nyata mereka di industri IT, mulai dari membangun bisnis dari nol, bertahan menghadapi disrupsi teknologi, hingga pentingnya kesiapan generasi muda untuk mengambil peran strategis di masa depan. Siapa saja yang terlibat, apa yang dibahas, di mana dan kapan kegiatan berlangsung, mengapa kegiatan ini penting, serta bagaimana kolaborasi lintas pelaku industri diwujudkan—semua terjawab dalam satu forum yang hangat dan inspiratif.
Salah satu pembicara utama, Rendy Maulana selaku CEO Qwords, membagikan pengalamannya membangun Qwords sejak awal berdiri hingga mampu bertahan dan berkembang lebih dari dua dekade di industri yang sangat dinamis. Ia menekankan bahwa konsistensi, adaptasi terhadap perubahan teknologi, serta fokus pada kebutuhan pengguna menjadi kunci utama keberlangsungan sebuah perusahaan IT. Rendy juga menyoroti bagaimana layanan digital, khususnya web hosting indonesia, mengalami evolusi signifikan seiring meningkatnya kebutuhan bisnis dan individu akan kehadiran online yang andal. Menurutnya, pelaku industri harus terus belajar dan berinovasi agar tidak tertinggal, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menciptakan solusi yang relevan.
Pandangan senada disampaikan oleh Rizqi Mulyantara dari SANDEC. Ia menekankan urgensi estafet ilmu kepada generasi Z sebagai calon pemimpin industri teknologi di masa depan. Rizqi menilai bahwa Gen Z memiliki potensi besar karena tumbuh di era digital, namun tetap membutuhkan bimbingan, pengalaman praktis, dan nilai-nilai profesional agar mampu bersaing secara global. “Berbagi ilmu bukan soal siapa yang paling hebat, tapi bagaimana pengalaman yang kita miliki hari ini bisa menjadi pijakan bagi generasi berikutnya,” ujarnya. Ia berharap forum seperti ini dapat menjadi jembatan antara praktisi berpengalaman dan talenta muda agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan.
Sementara itu, kisah inspiratif datang dari Danya Deluca, pendiri Kakarobot. Dalam sesinya, Danya mengungkapkan bahwa sebuah ide atau blueprint yang matang memiliki nilai yang sangat mahal. Ia berbagi perjalanan membangun Kakarobot hingga mampu bertahan secara mandiri sejak 2019 tanpa harus “masuk” ke dalam korporasi besar. Menurutnya, kemandirian tersebut lahir dari keberanian mengambil risiko, kejelasan visi, serta kemampuan mengeksekusi ide dengan konsisten. Cerita ini mendapat respons positif dari audiens muda yang tengah mencari arah karier dan ingin membangun jalan mereka sendiri di industri kreatif dan teknologi.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Diskusi tidak berhenti ketika sesi resmi berakhir. Banyak peserta yang tetap bertahan untuk berkonsultasi secara personal dengan para narasumber, menanyakan hal-hal teknis seputar bisnis digital, pengembangan produk, hingga strategi karier di industri IT. Interaksi yang terjalin menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang belajar informal seperti ini sangat besar, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan perspektif langsung dari para pelaku industri.
Melalui kegiatan Sharing Insight Industri IT Bersama Qwords ini, terlihat jelas komitmen Qwords dalam mendukung pertumbuhan talenta digital lokal. Tidak hanya melalui layanan teknologi, tetapi juga dengan menghadirkan ruang kolaborasi dan transfer ilmu yang inklusif. Sinergi antara Qwords, SANDEC, dan Kakarobot menjadi contoh bagaimana pelaku industri dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem digital daerah yang kuat dan berdaya saing.
Sebagai penutup, Qwords merupakan perusahaan teknologi informasi yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di Indonesia. Qwords dikenal sebagai penyedia solusi digital terintegrasi, mulai dari layanan domain, hosting, hingga cloud hosting indonesia yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis, startup, dan individu di era transformasi digital. Dengan jaringan infrastruktur yang andal dan komitmen terhadap inovasi berkelanjutan, Qwords terus berupaya menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional, sekaligus aktif mendukung pengembangan talenta lokal melalui berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif.





