Menikmati Takjil Gratis dari Sang Jurnalis

Ojenews.,com,-Namanya Budhy Harto Buwono, tapi di media sosial dipadatkan menjadi budhyhartobuwono tanpa spasi, sepadat badannya yang tergolong bonsor.

Profesinya jurnalis dengan jabatan mentereng sebagai Ketua media 3K3 Group, sebuah group media daring yang sudah tiga tahun ikut meramaikan dunia pers di Bengkalis.

Lazimnya sebuah media sudah barang tentu menyajikan berita ter update kepada pembaca, sebab jika tidak bakal ditinggal penggemar. Namun, bukan soal pernak pernik liputan atau pun tayangan informasi yang menjadi hak publik yang ingin saya kupas. Itu sudah terlalu biasa. Tapi, sisi lain diluar dunia jurnalis yang juga konsisten dilakukanya bersama kawan-kawannya, yaitu “Berbagi”.

Jika pada bulan-bulan biasa, Mas Budhy demikian dia akrab disapa, bersama teman-temannya Donny Donaldy & Legino Pemred & Wapemred S-kpk.com, Ardiansyah Sekretaris Media 3k3 Group, Eko Agustino Bendahara Media 3k3 Group, berbagi setiap Jum’at yang disebutnya “Jum’at Berkah”, tapi pada bulan Ramadhan berbaginya setiap sore.

Jika rutinitas Jum’at berkah berupa makan siap disantap alias si penerima tinggal memakan, pada bulan suci Ramadhan berupa takjil gratis yang setiap sore bervariasi, seperti bubur kacang ijo, bubur kampiun plus pulut hitam, mie hun goreng, biun goreng disertai beberapa butir kurma.

Takjil tersebut Budhy bagikan dipinggir jalan yang ramai dilewati masyarakat. Sasarannya masyarakat ekonomi lemah. Tapi, ada juga golongan mapan yang berminat karena tidak sempat belanja dibazar kuliner. Bagi Budhy dan kawan-kawan itu bukan masalah, siapa saja yang mau diberinya selagi masih ada.

“Setiap sore antara 50 sampai 100 paket kami bagikan. Siapa saja, tak pandang status,” ujarnya.

Pada bulan Ramadhan tahun ini Budhy dan kawan-kawan juga menggandeng Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan (Demam ISNJ) Bengkalis, Oktovianes Sinyo Lesnussa: Presiden Mahasiswa, Anissa Nur Ananda Putri : Menteri Perlindungan & Pemberdayaan Perempuan Mahasiswa, menyalurkan takjil kepada warga yang lewat ditempat mereka membagi-bagikan takjil.

Darimana dananya? Ini cukup menarik juga untuk diulik. Pasalnya, puluhan mie goreng, mie hun goreng, bubur kampiun dan kudapan lainnya sudah barang tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Tapi, itulah rahasia Allah, ujarnya suatu hari.

Untuk sumber dana, ungkapnya, ada saja donatur yang mengulurkan tangan. “Dan dermawan tersebut tak mau dipublis,” ujarnya.

Ya. Kadang menjadi perpanjangan tangan para dermawan juga mengasyikkan jika diniatkan. Dan itulah, yang saat ini dilakoni pria berbadan tambun itu bersama temannya dan mahasiswa.

Bagi warga Pulau Bengkalis yang ingin menikmati lezatnya takjil dari sang jurnalis tersebut silahkan datang menjelang berbuka. Hanya, saja, tempatnya berpindah-pindah. Alasannya, masuk akal agar bisa dinikmati banyak warga.

Biasanya, takjil gratis tersebut sudah habis beberapa menit sebelum berbuka. Disaat takjil habis, wajah Budhy dan kawan-kawannya terlihat sumringah, karena itulah tujuan kegiatan tersebut membantu para kaum muslimin yang berpuasa dari takjil gratis para donatur dan mitra media 3K3 Grup. (Rudi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *