Ojenews.com Siak Sri Indrapura, – 10 dari 68 orang rombongan studi tour SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak Sri Indrapura mengalami luka-luka karena terjatuh dari lantai dua objek wisata Tangsi Belanda, Jalan Pemuda Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Kejadian Sabtu pagi sekitar pukul 9.45 WIB itu, mengakibatkan beberapa murid mengalami luka serius dibagian kepala, tangan dan kaki.
Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, Sabtu pagi sekira pukul 7.30 WIB, rombongan studi tour Kelas 5 dan 6 SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam berjumlah 13 orang guru dan 55 siswa melakukan studi tour ke Kota Siak Sri Indrapura. Studi tour kali melihat beberapa objek wisata peninggalan Kerajaan Siak dan VOC (Belanda). Salah satu Tangsi Belanda yang terletak di Jalan Pemuda, Kampung Benteng Hulu.
Sampai di Tangsi Belanda sekira pukul 8.35 WIB, rombongan disambut oleh pemandu wisata bernama Safrizal warga Kampung Benteng Hulu.
Seperti biasanya, para tamu diperkenalkan dengan sejarah berdirinya Tangsi (tempat menahan orang pribumi yang tidak disukai VOC) sembari diajak berkeliling Tangsi. Selain bercerita, Safrizal juga mengajak para tamu untuk melihat-lihat ruang Tangsi baik lantai dasar maupun lantai dua.
Para pelajar dan majelis guru sangat bersemangat dan antusias dengar cerita Safrizal tentang Tangsi yang dibangun VOC tersebut. Apalagi, mereka juga diajak Safrizal untuk melihat kondisi lantai dua tangsi dengan ketinggian lebih kurang empat meter dari lantai dasar.
Belasan murid dan guru pun naik ke lantai dua. Beberapa diantaranya memasuki salah satu ruangan di lantai dua yang terbuat dari kayu sudah tak lagi kokoh dan kuat menahan beban berat. Karena kelebihan beban membuat lantai tersebut runtuh ke lantai dasar. Guru dan murid yang sudah berada di ruangan tersebut ikut jatuh ke lantai dasar.
Akibatnya, mereka mengalami luka-luka. Tangisan kesakitan dan rasa takut memenuhi ruang. Ada yang mengalami luka serius dan lecet. Bahkan ada siswa yang tak bisa berjalan karena trauma.
Adapun korban dalam kejadian tersebut, Mira Agustina (37) guru, luka ringan. Sedangkan siswa
Sapira Zahwa (12) robek di bagian kepala, Rusdatun Nadia (11) luka robek di kening, Haiwa Ruwaida (11) pegal di pinggang kanan, Alifa Nada Wicaksono (11) bengkak telapak kaki kanan, Adelia Dwi Putri biru tangan kanan, Joana Putri nyeri kaki kiri, lecet di lutut, Aura (11) nyeri pinggang kiri dan kanan, Syifa (12) luka robek di bawah bibir dalam dan luar, Keisya Lutfi (12) luka robek di kepala.
Para korban kemudian dibawa ke RSUD Tengku Rafi’an di Kota Siak Sri Indrapura. Sementara itu, Dinas terkait menutup sementara komplek Tangsi Belanda untuk pengunjung. (Rudi).





