LAM Rohul Gelar Acara Penabalan Gelar Adat Datuk Panglimo Ompu Alam Bosa Pada Brigjen TNI M.Syech Ismed S.E,M.Han

Ojenews.com Rohul Riau
Negeri Seribu Suluk,-Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau melalui LAM Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menabalkan gelar adat Datuk Panglimo Ompu Alam Bosa kepada Brigjen TNI M. Syech Ismed. S. E,M.Han yang saat ini menjabat Dandrem 031 Wirabima Riau.

Penabalan gelar adat ini dilaksanakan di Balai Adat LAMR Rokan Hulu, Senin 13 Desember 2021, karena Brigjen TNI M. Syech Ismed. S. E,M.Han adalah anak kemenakan dari Luhak Tambusai. Yang dalam riwayat hidupnya, Syech Ismed berasal dari Tanah Putih Rokan Hilir, yang dalam adatnya masih termasuk wilayah Luhak Tambusai.

Gelar adat Datuk Panglimo Ompu Alam Bosa memiliki arti:

-Datuk: merupakan gelar yang diberikan kepada orang yang berbakti pada negeri.
– Panglima : Pemimpin dalam sebuah perjuangan
– Ompu : diambil dari filosofi jari ( Empu Jari ), dalam kepemimpinan memiliki makna mengayomi seluruh komponen.
– Alam : mempunyai makna mengayomi seluruh kehidupan.
– Bosa : Besar, Agung, maknanya pemimpinan yang senantiasa menjaga harkat dan martabat anak negeri.

Usai gelar adat ditabal, Asisten 1 Setda Riau diperkenan memasangkan Tanjak, ketua DPH LAM Riau Sri Sahril Abu Bakar memasangkan selempang, Bupati Rokan Hulu H.Sukiman menyematkan Keris.

Untuk berkah atas gelar adat yang ditabalkan kepadanya ( Syech Ismed), digelar pula acara upah upah. Brigjen TNI M. Syech Ismed ditabalkan gelar Datuk Panglimo Ompu Alam Bosa, diupah-upah oleh Tuan Guru Khalifah Umar. Acara upah upah ini dirangkai dengan berlimau beradat, dan tepung tawar, serta ditutup dengan makan bersama.

Maka sejak dikukuhkan gelar ini, syah dan berlakulah gelar dimaksud atas diri Tuan Brigjen TNI M Syech Ismed, SE, M Han Danrem 031/Wirabima serta melekat pula himbauan kepada beliau sebagai “Datuk Panglima Ompu Alam Bosa” dalam masyarakat adat Melayu Riau.

Namun, seperti kata orang tua-tua Melayu, yang baharu berubah-ubah, yang hati bersalin ganti maka apabila kelak di kemudian hari terjadilah salah silih yang beriman membuang syarak yang ada membuang tuah, yang arif membuang amanah, yang pantang tidak dipantangkan, yang alur tidak dituruti, maka gelar kehormatan ini akan gugur sebagaimana gugurnya iman, tuah dan marwah. gelar ini akan tanggal, sebagaimana tanggalnya keadilan dan amanah dari pemegang gelar ini.

Demikianlah Warkah Pengukuhan gelar ini dicanangkan semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa memberikan Taufik dan Hidayah, Rahman dan Rahim-Nya kepada kita semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *