Kucing-kucingan Dengan APH 3 Rakit Dompeng Kembali Beraktifitas Di sepanjang Aliran Sungai Kuantan

Ojenews.com Kuansing Riau,-Kegiatan Penambangan Emas Tanpa izin (PETI) pasca Razia yang di gelar oleh Pihak Aparat Penegak Hukum di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah tepatnya di Desa Bandar Alai, beberapa hari yang lalu, sehingga Aparat kepolisian dari Polsek Kuantan Tengah turun kelokasi untuk razia dan menertibkan kegiatan Ilegal tersebut, dan di sayangkan ketika sampai dilokasi APH tidak menemukan adanya kegiatan Ilegal tersebut bahkan tidak ditemukan satupun rakit dompeng berada di lokasi sepanjang Aliran Sungai Kuantan.

Apakah hal ini sudah diketahui oleh pelaku dan Pemodalnya sehingga Rakit yang sebelumnya berjejer di sepanjang aliran Sungai Kuantan pergi menyelamatkan rakit dan dompeng mereka ?

Hari ini Selasa (20/12 2022) siang kembali terpantau oleh Media yang sengaja turun kelokasi di Desa Bandar Alai, yang sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat bahwa kembali ada kegiatan 3 mesin Dompeng di Desa Bandar Alai Beraktifitas setelah di razia, terindikasi pelaku Kucing-kucingan dengan pihak Kepolisan.

Hal ini di benarkan oleh seorang ibu rumah tangga yang tidak menyebutkan namanya yang kebetulan lewat dengan sepeda motornya di pangkal jembatan gantung, juga merupakan warga setempat ia menyebutkan.

” Biasa lah itu buk tidak jadi rahasia umum lagi, ketika ada isu akan adanya razia, semua dompeng itu diselamatkan dan dibawa entah kemana, bahkan kadang di sembunyikan dulu,” ujarnya.

Ketika ditanya siapa pemiliknya Ibu muda itu menjawab, Siapa lagi kalau bukan orang yang biasanya pelaku dan Pemodalnya, bahkan mereka itu kucing- kucing dengan kepolisan, sepertinya ada ketakutan tapi tidak jera, ketika sudah di beritakan oleh wartawan rakit dan dompeng mereka siap-siap untuk mengamankannya.
Setelah turun pihak kepolisan dan meninggalkan lokasi mereka pun siap-siap untuk kembalikan dompeng dan rakitnya seperti semula, ketika ditanya apakah ada kemungkin ada oknum yang membekingnya ibu muda itu hanya senyum tanpa suara.

Terakhir Narasumber juga menyebutkan biar aja lah buk bosan kami mendengarnya, dari dulu hingga sampai saat ini pelaku peti tidak habis-habisnya, seperti jamur tumbuh setelah hujan, hilang satu tumbuh lagi. Kami serahkan saja kepada penegak hukum untuk razia menertibkan dan memusnahkannya kalau perlu tangkap pelaku yang tidak pernah kapok, biar lah itu menjadi tugasnya Kapolsek dan jajarannya agar dapat kembali menertibkan kegiatan Peti yang berada sepanjang aliran Sungai kuantan di Desa Bandar Alai yang saat ini ada tiga rakit yang masih beraktifitas, kalau perlu tangkap pelaku dan pemodalnya untuk memberikan efek jera kepada pelaku yang lainya,”pungkasnya (Neneng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *