Kasat Reskrim Polres Kuansing Minta Mahasiswa Desak Perda dan Regulasi Terkait PETI

( Foto Ilustrasi )

Ojenews.com Kuansing Riau,-Setelah kembali viralnya kegiatan penambangan emas tanpa izin (peti) di desa Sungai Ala.Polres kuantan singing dengan cepat langsung menuju kelokasi yang dimaksud, namun tiddak mendapati kegiatan melanggar tersebut.

Setelah penelusuran yang tidak menemukan kegiatan itu, Kasat Restrim Polres Juansing AKP. Boy Marudut.SH meminta mahasiswa untuk mendesak dan mempertanyakan regulasi terkait PETI kepada DPRD dan Pemkab kuansing.
Hal itu disampaikan AKP. Boy marudut.SH kepada salah satu mahasiswa yang sering menaikkan berita pertambangan illegal ini.

“coba sekali kali kalian naikkan berita perihal regulasi yang sampai saat ini belum dibuat Pemda dan DPRD. Jangan PETI melulu tapi sorot belum adanya regulasi, tanyakan Pemda dan Dewan,” Ujar Boy dalam obrolan via pesan WatshApp.

Ketika mahasiswa tersebut membalas obrolan itu dengan dalih belum melakukan diskusi bersama DPRD dan Pemkab dalam forum resmi, baru sebatas diskusi biasa dengan beberapa anggota DPRD di meja kopi (off the record).

AKP. Boy Marudut meminta tetap menaikkan berita walaupun perbincangan itu off the record.

“Bicara off the record naikkan jugalah beritanya, berita yang kau naikkan ini yang kau tidak tau bisa Kau naikkan, apalagi yang sudah kalian tanyakan secara langsung walaupun sifatnya off the record,” ujar Boy mananggapi.

Ketika permintaan AKP. Boy Marudut didiskusikan beberapa mahasiswa terkait Regulasi dan Perda PETI itu, salah satu mahasiswa Dani Saputra dan juga ketua BEM FIS UNIKS mempertanyakan permintaan kasat reskrim itu.

“Apa sebenarnya tujuan pak Boy ini meminta kawan-kawan mahasiswa mendesak dan mempertanyakan Regulasi ataupun Perda kepada DPRD dan Pemkab Kuansing,” ujar Dani dalam forum diskusi tersebut.

Dani juga mempertanyakan kinerja Polres Kuansing dalam bertugas.”Apakah mereka bosan mengerjakan pekerjaan yang merupakan tugas mereka atau mereka ada bermain mata dengan pelaku ilegal sehingga ingin dilegalkan,” tutup Dani.

Pos terkait