Gubri Sebut Membangun Desa di Riau Perlu Kerjasama Seluruh Lapisan

Ojenews.com Meranti Riuau,-Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, dalam membangun desa yang ada di Provinsi Riau perlu kerjasama yang baik dari seluruh lapisan.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri dan memberikan sambutan pada acara kenduri dan syukuran sekampung Desa Teluk Buntal, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (13/06/2022).

“Kita memang harus bekerjasama untuk membangun desa-desa yang ada di Provinsi Riau ini. Tidak bisa hanya dengan kepala desa begantung kepada Pemda dan provinsi saja. Kita juga harus bekerjasama dengan pusat, tokoh masyarakat, ulama, pengusaha dan sebagainya,” kata Gubri Syamsuar.

Syamsuar juga mengungkapkan, pengusaha saat ini sudah ada kewajiban untuk membantu masyarakat luas.

“Kami di Riau itu sudah dapat menjalin kerjasama antara pengusaha dengan pelaku usaha kecil, dan ini merupakan salah satu upaya kami dalam pemulihan ekonomi di Provinsi Riau,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, telah memberikan bantuan untuk desa dan diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Oleh karena itu, kami harap bantuan kami yang sedikit ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena itu juga ada bantuan kita untuk BUMDes, karena BUMDes ini termasuk salah satu yang menggerakkan ekonomi yang ada di desa. Kami berharap bisa berhasil,” ujar Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, hampir di semua negara mengalami kesulitan dan krisis ekonomi juga tidak ada kepastian yang pasti dalam membangun ekonomi bangsa akibat pandemi Covid-19.

“Saya baru saja mendatangi Malaysia, di sana untuk mendapat pangan seperti sayuran, ayam, telur, mencari serai saja susah. Berbeda dengan kita di Riau ini, masih tersedia untuk dibeli,” bebernya.

Menteri Kerajaan Malaysia, kata Syamsuar, meminta Riau agar bisa ekspor sayuran, ayam, dan telur ke negara jiran tersebut. Ditambah lagi saat ini Malaysia kesulitan mencari tenaga kerja.

Sebab itu, menurutnya dengan kerjasama yang baik dari seluruh pihak tentunya dapat menghindari krisis ekonomi dan krisis pangan.(ADV).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.