Ojenews.com Pekanbaru Riau,-Pogi
merupakan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, organisasi profesi yang menghimpun seluruh dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Indonesia. Pogi cabang Riau saat ini dipimpin oleh dr.Hendry Adi Saputra yang pelantikannya secara langsung dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM bertempat di Balroom Hotel Pangeran Pekanbaru pada Sabtu (24/1/2026).
Giat pelantikan juga dihadiri Kadis Kesehatan Provinsi Riau sebagai mewakili Gubri, Kadiskes Kota Pekanbaru sebagai mewakili Walikota Pekanbaru. Direktur Rumah Sakit pemerintah dan swasta yang ada di Riau dan seluruh pengurus Pogi Riau serta tamu undangan lainnya.
Dalam arahan singkatnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM menyebut sekarang waktunya bagi POGI untuk terus berkarya.
“Kita buktikan bahwa POGI bermanfaat untuk seluruh anggota dan bermanfaat juga untuk seluruh masyarakat terutama perempuan perempuan produktif,” ujar Ketum Prof.Budi Weweko.
Lebih jauh Ketum Prof Budi mengatakan, “Kita hadir dengan prinsip gotong royong, teruslah berkolaborasi dalam memajukan organisasi, dan jika ada anggota yang bermasalah terkait hukum, POGI akan mengawal, mendampingi dan memberikan kesaksian ahli agar masalah tersebut bisa mengarah kepada restoratif justice,”katanya.
Ketum juga mengajak anggota Pogi untuk berkerjasama karna Pogi menjadi aspek yang sangat pentibg dalam kesehatan wanita Indonesia.
” Pogi hadir sebagai pembela wanita indonesia, Pogi juga mengawal sangat profensif karena Pogi mengawal perempuan sejak dari usia sebelum hamil. Tugas Pogi adalah meng edukasi wanita indonesia terhadap persiapan kehamilan dan sampai monopos,”sebutnya.
Usai dilantik, Ketua POGI cabang Riau periode 2025-2028 dr. Hendry Adi Saputra, M.Ked(OG), Sp.OG menyampaikan POGI adalah organisasi profesi dokter kandungan yang senantiasa mengedepankan aspek formalitas dan etika dalam menjalankan program-programnya.
“Kepada para pengurus, marilah kita buktikan dengan cara bergotong royong menjalankan organisasi ini secara profesional agar lebih maju lagi dan bermanfaat,” ajaknya.
dr Hendry mengajak jajaran pengurusnya untuk bekerjasama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan bertanggungjawab dalam menjalankan profesi.
“POGI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi sebuah gerakan penjaga martabat dan Kesehatan Perempuan Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, anggota POGI berdiri di garis depan, dari rumah sakit besar di kota hingga puskesmas di pulau-pulau terpencil, mengusahakan setiap Perempuan Indonesia mendapatkan perawatan yang aman, bermartabat, dan berbasis ilmu,” papar dr Hendry.
Melalui inisiatif SPRIN – Selamatkan Perempuan Indonesia, POGI memperluas peran sebagai Gerakan penjaga martabat perempuan. SPRIN menjembatani ilmu kedokteran dengan pendekatan sosial, pendidikan, dan komunitas, sehingga pesan dan layanan kesehatan perempuan dapat menjangkau sekolah, tempat kerja, rumah ibadah, media, serta
ruang-ruang publik di seluruh Indonesia.
POGI Riau juga aktif Mengembangkan kepedulian sosial serta membangun komunikasi dan kerja sama yang produktif dengan organisasi profesi lain, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Riau.
POGI Riau juga berharap dukungan semua pihak untuk bersama-sama menjawab tantangan ini dengan berkolaborasi dengan segala sektor yang ada, baik dalam pendidikan, pengembangan profesi, maupun program pemerintah yang terkait dengan pembangunan kesehatan perempuan di Provinsi Riau.
*Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih tak terhingga kepada seluruh panitia dan jajaran pengurus yang sudah bahu membahu bertungkus lumus dalam waktu 1 bulan demi terlaksananya acara ini,” ucapnya.





