Bahaya Perundungan, Komnas PA Dumai Gelar Penyuluhan di SMKN 1 Dumai

  • Whatsapp

Ojenews.com Dumai Riau,-Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memberikan penyuluhan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1Kota Dumai tentang bahanya perundungan (Bully) serta kekerasan terhadap anak yang terkadang menjadi tren dikalangan pelajar diusia remaja.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Komnas PA yaitu Benny Akbar SH MH, CLA yang diketahui selama ini berperan aktif dalam segala kegiatan terhadap perkembangan anak di Kota Pelabuhan ini.

Perundungan (Bully) adalah sebuah perilaku agresif yang tidak diinginkan diantara anak-anak, yang melibatkan ketidak seimbangan antara pelaku dan korban dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Ketidak seimbangan kekuatan antara anak yang melakukan perundungan, baik berupa kekuatan fisik, akses informasi pada hal yang memalukan korban, atau memiliki polularitas sehingga mampu mengendalikan dan membahayakan korban.Terjadi pengulangan intimidasi atau berpotensi untuk terjadi lebih dari satu kali.

Perundungan tidak sama dengan bercanda, sebab perundungan dibarengi dengan perasaan benci untuk menyakiti atau mempermalukan korban sehingga pelaku merasa lebih hebat. Sementara bercanda, dapat lebih mempererat silaturahmi antar anak. Karena dalam bercanda bisa tertawa bersasama sehingga hubungan lebih akrab.

Menurut Benny Akbar, perundungan dapat berdampak negatif bagi 3 pihak yaitu, korban, pelaku dan yang menyaksikan.

” korban akan mengalami dampak negatif terhadap fisik, sosial, emosional, mental, serta masalah akademik. Tidak itu saja, gejala depresi juga lambat laun akan dialami korban perundungan serta cemas berlebihan, meningkatnya perasaan sedih, perubahan pola makan dan tidur, berkurangnya minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan yang paling membahayak adalah timbulnya rasa dendam untuk melalukan pembalasan dengan cara yang lebig kejam,” terang Benny yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Dan menurut Benny dampak yang timbul terhadap pribadi sang pelaku adalah timbulnya kebiasaan agresif yang akan berlanjut hingga dewasa, sehingga terlibat narkoba dan miras Melakukan tindakan pelecehan, peeusakan dan tindak pidana lainnya.

” Yang menyaksikan, akan ketakutan dan timbul perasaan kecemasan yang berlebihan,” tandas Benny.

Teekait masalah anak, Repubilk ini telah mengatur nya sedemikian rupa dan tertera didalam Undang-undang negara ini antara lain :

* UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak
* UU nomor 3 tahun 1997 tentang pengadilan anak
* UU nomor 11 tahun tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak
* Permendikbud nomor 82 tahun 2015 pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

Sementara itu, Perundungan serta kekerasan terhadap anak dinilai telah melanggar UU. Untuk itu Benny berharap kepada para anak, Khusunya dalam kesempatan pentuluhan ini untuk memberhentikan tindakan Bully serta kekerasan tersebut.

” tujuan kegiatan ini adalah untuk memberhentikan tindakan-tindakan perundungan dilingkungan sekolah. Sebab saya menilai mereka bisa menjadi agen-agen terkait bahayanya perundungan terhadap teman-teman lainnya dilingkungan sekolah,” tandas Benny.

Disisi lain, Kepala sekolah SMKN 1 Drs. Dian dini mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan yang digagas oleh Komnas PA ini sangat positif dan dapat memicu serta meminimalisir tindakan-tindakan negatif dari para siswa.

” Kita berharap tindakan-tindakan kekerasan dari dan terhadap anak khususnya dilingkungan SMKN 1 ini tidak terjadi dengan kegiatan-kegiatan penyuluhan seperti ini. Dan terima kasih kapada bapak Benny Akbar selaku ketua Komnas PA telah memberikan penyuluhan terhadap siswa kami tentang bahayanya bully dan kekerasan dilingkungan sekolah,” ucap sang Kepsek.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *