Wisuda Sarjana UMRI ke XI, Alumni Harus Mampu Jadi Corong Muhammadiyah yang Militan dan Mapan

img-20161029-wa0042

Rektor UMRI, Dr. Mubarak, M.SI bersama dewan senat dan wisudawan.

Ojenews.com, Pekabaru, Riau-Uiversitas Muhamadiyah Riau (UMRI) selenggarakan wisuda sarjana ke XI, sabtu (29/10) kemarena. Hadir dalam prosesi wisuda tersebut diantaranya Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menegaskan tidak ada suatu daerahpun di dunia ini yang maju tanpa didukung oleh keberadaan Perguruan Tinggi.

“Peran Perguruan Tinggi dalam memajukan daerah itu sangat penting, dan itu tidak bisa dipisahkan, jika ada yang mengatakan Perguruan Tinggi tidak berperan, tidak mungkin itu,” tegasnya.

Ditegaskaya, jika daerah ingin maju, maka harus melibatkan peran Perguruan Tinggi, karena di Perguruan Tinggi lah terdapat berbagai macam keilmuan dan para peneliti dan juga pakar, yang bisa memberi masukan atau gambaran bagi daerah dalam melaksanakan pembangunan.

Karena itulah keberhasilan Perguruan Tinggi dalam melahirkan alumni berkualitas harus didukung dari berbagai aspek, dan yang utama adalah pada Dosen atau tenaga pengajarnya.

“Karena itulah Pemerintah Provinsi Riau dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah pola pemberian beasiswa yang lebih diutama kepada para Dosen, karena dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dosen, maka akan mampu meningkatkan akreditasi Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Ditambahkanya, khusus untuk UMRI, sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki networking diseluruh Indonesia, maka para alumni nya diharapkan tidak ada yang menjadi pengangguran.

“Networking yang dimiliki UMRI ini dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya di Indoensia, diharapkan bisa menjadi sesuatu yang dapat memberi kesempatan bagi alumni untuk bisa berkarir, dimanapun berada,” pungkasnya.

Kepada para wisudawan, Gubri berpesan jangan sampai puas sampai tamat S1 semata, karena orang datang ke Riau itu terus banyak, jangan cengeng, harus tahan banting. Harus membuka peluang kerja bagi orang lain, terutama yang memiliki bakat berdagang.

“Jangan hanya berdoa tanpa bekerja, jika kita mau berusaha dan bekerja keras, Allah akan memberi jalan dan rizki nya untuk kita,” ungkapnya.

Rektor UMRI Dr H Mubarak MSi mengatakan, sebelum pelaksanaan wisuda diselenggarakan, calon wisudawan telah diberi berbagai keterampilan dalam menghadapi dunia kerja dan juga bagaimana memajukan organisasi Muhammadiyah, tujuannya adalah ingin menciptakan alumni yang  bermarwah dan bermartabat, sarjana yang Islami bermanfaat ditengah masyarakat.

“Kita ingin tidak hanya sekedar yang kita lepas atau wisudawan-wisudawati itu menjadi penambah ‘pengangguran’, karena itulah sebelum diwisuda, beberapa waktu lalu mereka telah diberikan berbagai hal terkait dengan bagaimana menghadapi dunia kerja dan juga bisa menjadi contoh ditengah masyarakat dilingkungan tempat tinggal mereka,” kata Mubarak.

Selain itu, Mubarak juga menyebutkan kalau Universitas juga ingin alumninya mampu menjadi corong Muhammadiyah, alumni yang militan dan mapan.

“Militan itu bisa mengamalkan Islam sesuai Alquran dan Sunnah. Bisa memberi teladan di masyarakat. Lalu mempunyai daya saing untuk membangun budaya kerja yang baik. Kita ingin mahasiswa kita mampu melakukan tiga hal itu,” ungkapnya.

Disampaikannya, jumlah Mahasiswa/i UMRI yang diwisuda kali ini sebanyak 209 orang, dengan rincian Fakultas Ekonomi dan Bisnis 76 orang, Fakultas Metematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 30 orang, Fakultas Teknik 31 orang, Fakultas Ilmu Komputer 39 orang dan Fakultas Ilmu Komunikasi 33 orang. (aa)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Wisuda Sarjana UMRI ke XI, Alumni Harus Mampu Jadi Corong Muhammadiyah yang Militan dan Mapan"