Terbesar Kelima, Hasil Minyak Riau Tak Sebanding Dengan Kesejahteraan Masyarakat

img-20161119-wa0001

Dr. Husni Thamrin, M.Si, memberikan tepuk tepung tawar pada DPP KEMARI Chevron periode 2016-2021 usai dikukuhkan.

Ojenews.com, Pekanbaru, Riau

Sangat disayangkan, negeri kaya minyak namun kejahteraan mayarakatnya jauh dari yang diharapkan.

Kalangan Akademisi, Sekretaris Program Pasca Sarjana UIN Suska Riau, dan juga Pakar Sosial, Dr. Husni Thamrin, M.Si, menilai, Riau sebagai penghasil minyak terbesar kelima di dunia , namun hasil minyak tersebut tidak sebanding degan kesejahteraan orang Riau.

Kondisi ini patut dipersoalkan, karenan tidak sebandingnya dari hasil alam Riau di keruk untuk kesejahteraan orang Riau itu sendiri.

Dari itu, dengan dikukuhkannya DPP Keluarga Melayu Riau-Kepari (KEMARI) Chevron Periode 2016-2021, sabtu, (19/11) maka peran KEMARI dalam membangun Riau ke depan sangat diperlukan.

Husni menegaskan, Riau jangan lagi hanya menjadi lapangan Perburuan saja. Selama ini Riau jadi ladang exploitasi, telah banyak minyak dan hutan Riau terkuras. Fenomena ini jagan menjadi Litbag bagi orang Riau

“Kemari Riau Kepri Chevron di harapkan sebagai spirit dan innovator untuk kemajuan Riau. Orang-orang Riau harus mempunyai akses nasional dan menjadi pimpinan nasional,” harapnya.

Dibeberkan Husni, selama ini, Riau semacam dilecehkan pada tingkat Nasional, Riau yg memberi kontribusi Sumber Daya Alam (SDA) hampir 60 persen untuk negara dan menyumbang dasar dasar bahasa Indonesia, tapi balasannya, Riau dianggap sebagai kucing Kurap.

Dari itu, kemari sangat di harapkan dapat mewujudkan visi Riau 2020. Visi Riau, bukan hanya slogan dan retorika serta pidato politik belaka, akan tetapi harus dapat diimplementasikan secara kongkrit.

Orang Riau harus bersatu padu untuk memajukan Riau,orang Melayu Riau jagan hidup terkotak dalam semangat chauvinistik dan nepotisme yg sempit, tegaskan Husni lagi. (AA)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Terbesar Kelima, Hasil Minyak Riau Tak Sebanding Dengan Kesejahteraan Masyarakat"