Resensi Buku Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi

Oleh : Cici Fatimah

Pancasila dilandasi dengan beberapa landasan yang penting, diantaranya landasan historis yang merupakan sejarah bangsa ini dalam menemukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka, mandiri serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup bangsa.Dalam konteks sejarah bangsa Indonesia terdapat beberapa nilai nilai Pancasila pada zaman Kutai oleh Raja Mulawarman yang memberikan yupa (hal 01) sebagai terima kasih raja kepada Brahmana yang menampilkan nilai-nilai sosial politik dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan. Kedua pada zaman Sriwijaya yang sudah mengembangkan tata politik pemerintahan yang mampu ditaati oleh rakyat di wilayah kekuasaannya.

Ketiga pada zaman Majapahit telah muncul lambang burung garuda dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang saat ini menjadi semboyan bangsa kita ini. Kemudian diteruskan pada zaman penjajahan pasa abad XV1 oleh bangsa Belanda yang dating ke Indonesia dengan mendirikan suatu perkumpulan dagang yang bernama VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) Belanda berusaha dengan keras untuk memperkuat dan mengintensifkan kekuasaan di seluruh Indonesia .Pada zaman ini tampak pada kegigihan bangsa dalam perjuangannya menghadapi kekuasaan penjajah dengan semangat kebangsaan mereka meskipun masih bersifat kedaerahan .

Kebangkitan Nasionall muncul pertama kalinya di pelopori oleh dr.Wahidin Sudirohusodo dengan organisasi “ Budi Utomo “ yang di dirikan pada tanggal 20 Mei 1908 .Inilah masa-masa perjuangan bangsa yang mulai menyeluruh dan tidak kedaerahan dengan munculnya organisasi-organisasi pergerakan nasional, tiga serangkai dan PNI yang dipelopori oleh Soekarno.Pada masa ini bangsa juga berjuang menghadapi penjajahan Jepang secara gigih dengan banyaknya tekanan dari berbagai sisi.

Yang menonjol adalah organisasi BPUPKI yang sebenarnya didirikan oleh pihak Jepang sendiri.Dalam sejarah bangsa ini dengan pengikraran kemerdekaan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dengan dukungan PPKI dengan keempat sidangnya. Setelah proklamasi kemerdekaan terdapat beberapa perubahan bentuk negara ini menjadi RIS dan akhirnya pada tahun 1950 kembali menjadi negara kesatuan dengan dekrit presiden dan terdapat juga orde lama dan orde baru pada masa itu.

Pengertian Pancasila secara etimologis berasal dari Sansekerta dan India, serta digabung dengan bahasa Jawa yaitu “panca” dan “susila” yang berarti dasar yang memiliki lima unsur. Ada juga pengertian secara historis yaitu seperti yang dirumuskan Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI dan yang dirumuskan dalam piagam Jakarta oleh panitia sembilan. Juga pengertian secara terminologi dalam konstitusi RIS, UUDS dan yang beredar di kalangan masyarakat yang masing-masing punya rumusan tersendiri Pancasila sebagai ideologi yang tidak kaku dan tertutup, namun bersifat terbuka. Hal ini dimaksudkan agar pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan suatu sistem filsafat. Pengertian sistem adalah kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerja untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Dan kesatuan sila-sila Pancasila terdiri dari susunan-susunan yang bersifat organis, hierarkhis berbentuk piramidal sifat saling mengisi dan saling mengkualifikasi . Kesatuan Pancasila pada hakikatnya bukanlah merupakan suatu kesatuan yang bersifat formal logis saja, namun juga meliputi kesatuan makna, dasar ontologis, dasar epistemologis serta dasar aksiologis dari sila-sila Pancasila .

Sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis, fundamental dan menyeluruh. Maka sila-sila Pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh, hierarkhis dan sistematis. Sistem filsafat pada hakikatnya merupakan sumber dari segala penjabaran norma, baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaraan lainnya.dan nilai ini terdiri dari nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis yang tidak boleh menyimpang dari sistem tersebut.

Pada prinsipnya, mekanisme dan dasar dari setiap sistem pemerintahan diatur dalam Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara Badan Legislatif, Eksekutif dan Badaan Yudikatif. Undang-Undang Dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. Undang-Undang Dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara.

Konstitusi memiliki arti lebih luas dari pada pengertian Undang-Undang Dasar, karena pengertian Undang-Undang Dasar hanya meliputi kostitusi tertulis saja, dan selain itu masih terdapat konstitusi tidak tertulis yang tidak tercangkup dalam Undang-Undang Dasar. Tapi dalam praktek ketatanegaran negara Republik Indonesia pengertian konstitusi adalah sama dengan Undang-Undang Dasar.

Struktur Pemerintahan Indonesia Berdasarkan UUD 1945negara Republik Indonesia ini merupakan pemerintahan yang dari rakyat. Demokrasi yang tertuang dalam UUD 1945 selain mengakui adanya kebebasan dan persamaan hak juga sekaligus mengakui perbedaan serta keberanekaragaman mengingat Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika”, berdasar pada moral Persatuan, Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Dinamika dan tantangan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesiakapitalisme yang semakin menguasai perekonomian dunia, semakin masifnya kelompok-kelompok radikal keagamaan yang dapat melakukan terorisme do berbagai daerah di Indonesia, fenomena perang prokasi atau “proxy war “ (perang terselubung dimana satu pihak menggunakan orang lain atau perang tidak tampak yang menghancurkan lawan dengan memakai pihak ketiga, globalisasi yang menyebabkan melemahnya daya saing bangsa Indonesia dalam pembanggunan iptek sehingga Indonesia berkedudukan sebagai konsumen dari pada produsen dibandingkan dengan negara negara lain, konsumersisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, martabat manusia Indonesia sebagai subyek pembangunan tidak boleh diperalat oleh iptek dan harus di hindari kerusakan yang diakibatkan oleh monopoli iptek yang mengancam masalah kemanusiaan dimasa depan .

Kelebihan Buku :
Buku ini selain menjelaskan kedudukan Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan tinggi sebagai pengembangan kepribadian, didalamnya juga terdapat materi tentang pendidikan kewarganegaraan, serta nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi .

Kekurangan Buku :

Buku ini kurang menjelaskan secara detail tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi , dan tidak terdapat gambar-gambar meskipun dicetak hitam putih gambar didalamnya kurang tercetak jelas.

Kesimpulan :
Buku ini bermanfaat bagi perguruan tinggi dan mahasiswa karena didalamnya dijelaskan tentang Pancasila sebagai paradigm dan pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dapat mengembangkan kepribadain sebagai warga negara Indonesia untuk memperkuat wahana pendidikan berkarakter Bangsa Indonesia dalam rangka era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mengantarkan mahasiswa bersifat adaptif, kompetitif, dan menjadikan lulusan yang cinta tanah air.

Data Buku   :
Judul                             : Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi
Penyunting                   :Hayat dan H.Suratman
Penerbit                        : Penerbit Baskara Media
Tahun Terbit                 : 2018
Jumlah Halaman           : xii + 382 halaman

Biodata Penulis

Nama                            = CICI FATIMAH
Tempat, tanggal lahir   = Lamongan 20 September 1999
Status                           = Mahasiswi Universitas Islam Malang
E-mail                           = cicifh28@gmail.com
Fakultas/Prodi              = Ilmu Administrasi / Administrasi Negara
Hobi                             = Baca buku, nonton youtube , menjahit
No. Whatsap/ Telepon = 081515964523
No. Rekening                = BRI – 629401012579539
Motto nulis                   = Jangan bosan mencintai Indonesia

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Resensi Buku Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi"