Pentingnya Edukasi Politik Supaya Masyarakat Tidak Salah Memilih Pemimpin

Irwan Gesmi, S.Sos,M.Si. Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Islam Riau

Penulis:

Irwan Gesmi, S.Sos,M.Si.
Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Islam Riau

Dalam demokrasi Indonesia setiap orang berhak dan bebas mengikuti kompetisi politik untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Sebenarnya kedaulatan ada ditangan rakyat baik pejabat maupun tokoh politik memiliki hak yang sama untuk maju dalam perhelatan kompetisi politik.

Yang tidak boleh dilakukan bagi pejabat yakni menggunakan fasilitas Negara demi kepentingan pribadi, keluarga dan golongan, untuk memenangkan pesta demokrasi pemilihan, sekalipun istri dan anak pejabat maju pada pesta demokrasi sah-sah saja namun yang tidak boleh menggunakan fasilitas kekuasaan ini tentunya ada pelanggaran. Dalam hal ini akan diproses oleh bawaslu (badan pengawas pemilu).

Tidak ada yang salah dari anggota keluarga yang mau ikut terjun ke politik. Sebagai warga Negara, tugas kita bukan menghalangi warga Negara yang maju dalam pencalonan dan pengabdian diri ke masyarakat, melainkan tugas kita memberikan edukasi politik pada masyarakat, agar masyarakat tidak salah pilih pemimpin. Dan masyarakat yang cerdas akan memilih pemimpin pemimpin yang berkualitas, semua itu ditentukan oleh masyarakat pemilih dibilik suara.

Selama ini santer terdengar yang menjadi perbincangan rahasia umum yakni para calon atau kandidat. Ada perselingkuhan antara kandidat dengan pemodal, tentu ada kesepakatan jauh sebelumnya, antar lain misalnya, pemodal meminta dilindungi dalam hal ini asset usaha,, minta kompensasi proyek ternasuk penentuan eselon ASN (aparatur sipil Negara). pemimpin memainkan peran apa saja demi kepentingan atau ambisi untuk bisa terpilih, semuanya terpulang kepada masyarakat sebagai penentu didalam bilik suara mana yang terbaik !!

Kita juga melihat ditengah masyarakat bahwa ada masyarakat yang tidak mau disuguhkan dengan rupiah atau pun dalam bentuk benda, namun lebih melihat ide dan pandangan kandidat tetapi sebagian kecil masyarakat masih suka dengan pola pragmatis, dan mari kita tinggalkan pola2 pragmatis demi untuk program jangka panjang yang lebih baik. Ada beberapa kategori kandidat pemimpin yang akan dipilih oleh masyarakat :

1.Lihat rekam jejak kandidat pemimpin
2.Tidak mengandalkan pemodal sebagai money politik
3.Pernah berbuat dan membantu masyarakat
4.Jauh sebelum pelaksanaan pemilihan sudah turun kemasyarakat
5.Berwawasan luas dan responsive
6.Tidak emosional
7.Setiap 6 bulan sekali bersedia melaporkan kekayaan nya kepada lembaga terkait
8.Sering menghadiri sidang paripurna DPRD setempat.
9.Bersedia tidak menerima gelar lembaga adat setempat pada saat masih menjabat kecuali masa jabatannya sudah habis 2 periode dalam keberhasilan dalam memimpin.

 

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pentingnya Edukasi Politik Supaya Masyarakat Tidak Salah Memilih Pemimpin"