Pembekalan Wisudawan UMRI, Tanamkan Jiwa “Militan”

Rektor UMRI, Dr. Mubarak, M.Si berikan pencerahan dalam membuka pembekalan wisudawaan/ti lulusan UMRI

Rektor UMRI, Dr. Mubarak, M.Si berikan pencerahan dalam membuka pembekalan wisudawaan/ti lulusan UMRI

Ojenew.com,Pekanbaru, Riau-Sebelum diwisudakan, dan terjun langsung ditengah masyarakat, calon Wisudawan dan Wisudawati Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) diberi pemekalan agar ilmu yang didapatkan bisa dimanfaatkan sebaik mungki dan lulusan menjadi sarjana yang islami.

Rektor UMRI Dr H Mubarak MSi, sabtu (22/10) mengatakan, sebanyak 209 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) diberikan pembekalan tentang kesiapan menghadapi dunia kerja, dan organisasi Muhammadiyah. Kegiatan pembekalan jelang pelaksanaan wisuda bagi Mahasiswa/i UMRI ini merupakan bagian dari upaya Universitas untuk menciptakan alumni yang  bermarwah dan bermartabat, sarjana yang Islami bermanfaat ditengah masyarakat.

“Kita ingin tidak hanya sekedar yang kita lepas atau wisudawan-wisudawati itu menjadi penambah ‘pengangguran’, karena itulah sebelum diwisuda, mereka diberikan berbagai hal untuk mampu menghadapi dunia kerja dan juga bisa menjadi contoh ditengah masyarakat dilingkungan tempat tinggal mereka,” kata Mubarak.

Mubarak menegaskan, pembekalan yang dilakukan ini tidak ada di kampus lain. Hal ini menunjukkan keinginan agar alumni bangga menjadi mahasiswa UMRI.

“Kita bisa bangga jika di UMRI mendapatkan ilmu pengetahuan selama masa perkuliahan, dan jelang wisuda pun mereka masih kita bekali dengan berbagai hal, terutama dalam menghadapi persaingan di duna kerja,” ungkapnya.

Dijelaskan Mubarak, untuk memenangkan persaingan di luar kampus. Para alumnus harus berkompeten di bidangnya. Karena untuk memenangkan persaingan, tidak bisa hanya punya kualitas rata-rata. Kompetensinya harus lebih baik dari yang terbaik.Hal yang lain dibutuhkan adalah networking.

Tiap alumni harus bisa membangun jejaring. Baik dengan adik maupun kakak kelasnya. Karena kekuatan Muhammadiyah itu ada pada jejaringnya. Karena kader Muhammadiyah ada di berbagai lini.

Selain itu, Mubarak juga menyebut kalau Universitas juga ingin alumninya mampu menjadi corong Muhammadiyah, alumni yang militan dan mapan.

“Militan itu bisa mengamalkan Islam sesuai Alquran dan Sunnah. Bisa memberi teladan di masyarakat. Lalu mempunyai daya saing untuk membangun budaya kerja yang baik. Kita ingin mahasiswa kita mampu melakukan tiga hal itu,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa saat ini, hampir seluruh lulusan sudah bekerja. Masa tunggunya pun rata-rata cuma enam bulan.  Bahkan ada yang masih belum selesai tapi sudah diminta oleh dunia kerja.

“Hal ini didukung juga dengan keinginan masyarakat yang berharap tenaga kerja yang punya keimanan baik,” jelasnya.(aa)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pembekalan Wisudawan UMRI, Tanamkan Jiwa “Militan”"