Negeri Seribukubah Dalam Bingkai Kepariwisataan

Tidak ada komentar 39 views

Rumah Kapiten

Ojenews.com.Negeri Seribu Kubah-Berbicara tentang sejarah, Kabupaten Rokan Hilir adalah satu diantara wilayah di negeri Lancangkuning ini yang banyak menyimpan segudang cerita jika benar-benar ingin digali. Wilayah Rokan Hilir sangat sarat dengan berbagai cerita sejarah yang di sertai dengan situs peninggalannya yang hingga kini masih tetap terawat apik.

Rohil dulu dikenal dengan kota penghasil ikan nomer satu didunia dan wilayah ini juga mendunia dengan acara Bakr Tongkangnya, dibalik semua itu negeri Seribu Kubah ini memiliki ragam budaya dan objek kepariwisataan. Rokan Hilir sendiri memiliki luas wilayah mencapi 8.941 km² dengan jumlah penduduk mencapai 700 ribu jiwa lebih.

Negeri berjuluk Seribu Kubah ini awalnya dibuka oleh warga etnis tionghua pada zaman penjajahan belanda. Rokan Hilir juga banyak menyimpan kekayaan budaya bernilai tinggi yang masih dianut secara turun temurun, seperti ritual bakar tongkang yang menjadi agenda wisata tahunan.

Ritual Bakar Tongkang yang dikenal juga sebagai Upacara Bakar Tongkang selalu menjadi pusat perhatian wisatwan lokal dan mancanegara. Bahkan, setiap tahunnya kegiatan ini mampu menarik jumlah wisata yang datang seperti dari Jakarta, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Tiongkok. Seiring dengan perkembanganya, pemerintah daerah menjadikan kegiatan tahunan ini sebagai ikone wisata religi.

Bakar Tongkang Bagansiapiapi (F.Jum)

Pemerintah daerah Rokan Hilir melalui kepemimpinan H.Suyatno secara terusmenerus menumbuh kembangkan gairah kepariwisataan melalui pengoptimalisasikan promosi dan inovasi.

“Pemerintah daerah terus meningkatkan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpangan antar laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya. Pentingnya pelabuhan ini dengan sasaran meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Jemur dan daerah lain,” kata Bupati Rohil, H Suyatno Amp memaparkan ragam budaya dan objek wisata di Rokan Hilir.

Ritual Bakar Tongkang yang menjadi aikone wisata tersebut banyak membawa manfaat bagi wilayah Rohil, Dari sisi ekonomisnya, ritual bakar tongkang membawa perubahan ekonomi bagi masyarakat setempat. disamping itu, pemerintah daerah turut mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan gairah kepariwisataan didaerah dan juga mampu menarik wisatawan dunia.

“Ini terus kita dukung, pelaksanaan ritual bakar tongkang merupakan objek wisata dan budaya yang harus dilesatrikan. Saya pikir dengan mengangkat potensi pariwisat daerah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, dan Invetasi daerah,” sebut Bupati.

Ragam budaya dan objek wisata di negeri Seribu Kubah itu banyak menyimpan sejarah.

Rumah Kapiten

Seperti yang satu ini Rumah Kapiten.
Rumah kapitan ini adalah bentuk bukti adanya keberadaan kapitan Tionghoa yang menjadi pemimpin lokal untuk orang-orang Tionghoa. Rumah ini tepat berada di belakang hotel Lion bagansiapiapi, yang mana sudah berdiri sejak akhir abad ke 18. Kapitan Tionghoa saat itu diberikan hak oleh Belanda untuk melakukan kontrol perdagangan, saat industri perikanan masih menjadi sumber pendapatan dari kota Bagansiapiapai.

Dalam catatan Belanda, pada tahun 1908. Mantan Kapitan Bengkalis Oey I Tam memiliki hak monopoli garam di kota Bagan, bersama Tjong A Fie, kapitan Tionghoa di Medan. Hasil dari monopoli Oey bersih di tahun 1908 adalah sebesar 112.000 Gulden.

Bank BRI Rohil nomor dua di Indonesia

Bank BRI (Bagan Madjoe) adalah Bank BRI nomoe dua ada di Indonesia.
Jangan heran apabila melihat Bank BRI yang masuk dalam list wisata sejarah kota Bagan, bagaimana gak piknikers, kantor cabang Bank BRI ini merupakan Bank BRI nomor dua yang ada di Indonesia kala itu, dibangun di tahun 1917. Dahulu namanya adalah De Visscherij Bank atau dikenal dengan “Bagan Madjoe”. Pertama berada didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmaja dengan nama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden di bulan Desember 1895.

Ini merupakan asrama para suster dari Gereja Santo Petrus Bagansiapiapi, Pernah juga menjadi tangsi Belanda. Saat ini merupakan asrama polisi.

Klenteng In Hok Kiong.

Klenteng ini merupakan klenteng tertua di Bagan, di bangun pada abad ke 18 akhir, setelah orang-orang tionghoa masuk ke Bagansiapiapi. Ornamen-ornamen yang ada pada klenteng ini masi pada kondisi aslinya. Bayangkan saja, depan dan belakang pada bangunan klenteng ini adalah jalan besar beraspal, yang mana pembangunan nya tetap mengikuti dan menjaga keorisinilan klenteng ini, jalan lah yang mengalah pada akhirnya-keren ya?. Pada pagi hari, aktivitas masyarakat Tionghoa yang beribadah bisa kita lihat disini.

Tugu Perjanjian.
Menurut kepercayaan msayarakat Tionghoa Bagan, tugu ini merupakan penjaga kota agar tidak dimasuki makhluk jahat. Ada empat tugu perjanjian yang dibuat mengelilingi klenteng Hok In Kiong.

Terlihat dari bangunan nya, tentu saja heritage nya berasa banget. Di bangun pada awal tahun 1900-an awal ketika kotroleur Belanda mengembangkan kota Bagansiapiapi. Gereja ini jugalah bukti bahwa pada tahun itu Belanda pernah membawa misi keagamaan di kota Bagan ini.

Selain itu Kabupaten Rohil juga memiliki berbagai potensi wisata lainnya yang telah dan sedang dilakukan peningkatan sarana dan prasarana pendukung objek-objek wisata tersebut.

“Kita juga memiliki situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainya yang menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat Ikan Arwana serta Komunitas suku aslinya,”jelaskan Bupati.

Objek Wisata Pulau Jemur Rohil

Wisata Pulau Jemur and Rantau Bais Village, Amriyadi Bahar, Untuk wisata petualangan, beberapa lokasi penyajian nuansa tersendiri bagi pengunjung. Seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang bono di sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya.

 

“Untuk itu, peran pihak swasta yang menggeluti sektor ini juga sangat kita nantikan. Karena, bisnis kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir akan maju dan akan menjadi salah satu sektor primadona di kemudian hari,” sebutnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) selain akan mengembangkan Pulau Jemur dan Parit Bay park sebagai tempat objek wisata andalan Negeri seribu Kubah juga akan mengembangkan Pulau Tilan. Pasalnya, Sungai yang terletak dikepenghuluan Rantau Bais, kecamatan Tanah Putih itu selain memiliki pemandangan yang indah ternyata juga menyimpan potensi perikanan yang cukup besar.(ADV/oje).

 

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Negeri Seribukubah Dalam Bingkai Kepariwisataan"