Lokakarya KOTAKU, Satukan Persepsi Penanganan Kawasan Kumuh

20161025_103321

Asisten II sekdako Dedi Gusriadi, MT dan Leader KOTAKU, Ir.M Irvan bersama penerima dana Investasi sempena kegiatan Lokakarya KOTAKU, di aula Kantor Walikota Pekanbaru, selasa (25/10)

Ojenews.com,Pekanaru, Riau-Pemeritah Kota Pekanbaru bersama Program KOTAKU satukan peprsepsi dan pandnagan dalam penganganan Kumuh di Pekanbaru.

Menyatukan pandangan dan persepsi ini di bingkai dalam kegiatan Lokakrya Stratigi Komunikasi dan Informasi Program KOTAKU di Pekanbaru.

Sekretaris Dinas Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman Kota Pekanbaru, Erizal, selasa (25/10), mengatakan, Lokakarya ini guna membangun cara pandang yang sama dalam penangaan persoalan kumuh di Pekanbaru.

Melalui Lokakrya ini juga mendorong seluruh stakekholder memahami dan mendukung program KOTAKU. Sehingga tujuan nol persen kawasan Kumuh di Pekanbaru dapat terealisasi dengan baik.

“Sedangkan Pemerintah daerah sebagai nakhoda utama dalam penanganan kumuh di Pekanbaru, “jelasnya.

Leader Program KOTAKU, Ir. M. Irvan, mengatakan, Program KOTAKU sidah tercantum dalam amanat Undang-Undang Dasar 45. Bahwa setiap orang berhak mendapatkan penghidupan yang layak.

Dijelaskannya, dalam menjalankan Program KOTAKU, seluruh pokja PKP harus dioptimalkan. Membangun komuniksi dengan multi pihak agar tujuan utama bebaskan wilayah dari kawasan kumuh dapat tercapai menjadi nol persen kawasan kumuh.

Asisten II sekdako, Dedi Gusriadi, menambahkan, pemerintah Kota Pekanbaru sangat antusias dan memberikan dukungan pada program KOTAKU membebaskan Pekanbaru dari Kawasan Kumuh. Bahkan diantara visi dan misi walikota Pekanbaru berkenaan dengan masalah lingkungan.

RT dan RW harus bersinergi dalam program ini. Mulai dari perencanaan sampai disein dan pelaksanaannya.

Agar tujuan program tersebut tercapai, maka partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Sejauh ini partisipasi dari masyarakat masih kurang terutama berkenaan langsung dengan lahan ketika dibutuhkan perluasan lahan untuk menjadikan lingkungan lebih baik, ungkapnya.

“Agar program KOTAKU nanti terpelihara setelah dibangun, maka proses pelaksanaannya perlu melibatkan masyarakat lewat bergotongroyong, mulai dari mendisainnya, hingga membangunya. Dengan demikian masarakat akan memeliharanya dengan baik, karena merasa terlibat dalam membangunnya,” kata Dedi.

Untuk itu, secara bersama-sama, kebutlah Nol persen kawasan kumuh di Pekanbaru ini, tegasnya. (aa)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Lokakarya KOTAKU, Satukan Persepsi Penanganan Kawasan Kumuh"