IHK Pada Lima Kelompok Pengeluaran Sebagai Indikator Inflasi di Riau

acara pers rilis BPS Riau

Ojenews.com.Pekanbaru.Riau.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada April 2017 terjadi Inflasi sebesar 0,19 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,85 pada Maret 2017, menjadi 130,09 pada April 2017. Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 6,39 persen.

Kepala BPS Riau , Ir S Aden Gultom MM, menjelaskan, Inflasi di Provinsi Riau yang terjadi pada April 2017 ini diatas inflasi nasional yang hanya 0,09 persen. Inflasi di Riau terjadi dikarenakan adanya kenaikan IHK pada Lima kelompok pengeluaran, dengan Inflasi tertinggi pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,44 persen, dengan andil sebesar 0,52 persen.

“Komoditas utama yang mengalami Inflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah tarif listrik, kontrak rumah, sewa rumah, upah pembantu rumah tangga, bahan bakar rumah tangga, dan sebaginya,” jelas Aden Gultom Selasa 2 Mei 2017, dikantornya.

Dia menambahkan, kelompok lainnya yang menjadi penyebab Inflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,25 persen dengan andil 0,01 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebsar 0,16 persen dengan andil 0,03 persen, selanjutnya kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen dengan andil 0,001 persen.

“Dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen dengan andil 0,002 persen. Sedangkan dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,46 persen dengan andil deflasi sebesar 0,35 persen, dna kelompok makanan kadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen dengan andil 0,01 persen,” urainya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari 23 Kota di Sumatera yang menghitung IHK, 10 Kota mengalami Inflasi. Yang tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 102 persen, diikuti oleh Tanjung Pandan sebesar 0,93 persen serta Jambi sebesar 0,59 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan sebesar 0,68 persen.
Dari 10 Ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, dan Jambi. “Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut, Pekanbaru berada di urutan ke 6, Tembilahan urutan ke 10, dan Dumai urutan 16,” urainya.(oje)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "IHK Pada Lima Kelompok Pengeluaran Sebagai Indikator Inflasi di Riau"