Ditengah Pandemi Covid-19, Sengketa Lahan Warga Desa Sungai Bela Dengan PT.IJA Semakin Memanas

Ojenews.com Inhil Riau

Bumi Hamparan Kelapa Dunia,-Ditengan tengah merebaknya penyebaran Virus Covid-19, Kasus penyerobotan lahan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir yang diduga dilakukan PT Indogreen Jaya Abadi (IJA) kembali memanas.Warga Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), tak terima dengan perlakuan PT IJA yang membuka paksa pagar batas lahan yang dipasang warga.

Berdasarkan informasi lapangan yang didapat Wartawan, Rabu (1/4/2020), sejak tanggal 10 Februari 2020 lalu, warga pemilik lahan turun beramai-ramai melakukan larangan pengerjaan kebun oleh PT IJA di lahan milik warga yang belum diganti rugi dari pihak perusahaan tersebut.

Saat itu warga memasang pagar di akses jalan tanah miliknya serta menutup sungai dengan memportal-portal kawasan dalam lahan yang belum terbayarkan oleh perusahaan kepada warga, di Parit 3 Merusi dan Sungai Tawar.

Tapi setelah satu bulan aksi tersebut, pihak IJA yang mulai gerah dengan blokade lahan, balik melakukan aksi balasan. Pada tanggal 11 Maret 2020, menurut informasi yang diperoleh Wartawan, pihak IJA membuka paksa pagar dan portal-portal yang dibuat masyarakat pemilik lahan.

Ada informasi yang menyebutkan, pihak perusahaan mendatangkan orang-orang dari Pekanbaru yang diduga aparat, untuk membuka pagarisasi lahan tersebut.

Salah seorang pemilik lahan tersebut, Agus, saat dihubungi wartawan melalui saluran ponsel, Selasa (30/3/2020), mengatakan, dulu ia bersama warga menutup akses ke lahan tersebut, termasuk di Sungai Merusi, dengan membuat pagar dan portal pada tanggal 10 Februari 2020.

“Tapi sekitar panggal 11 Maret ini pihak perusahaan datang bersama rombongan untuk membuka pagar kita di Parit 3 Merusi dan termasuk plang-plang penutup Sungai Tawar. Mereka sepertinya membawa anggota dari Pekanbaru pak. Akhirnya pagar/plang/portal dibukanya semua pak,” ujar Agus.

Kemudian, terang Agus, tanggal 23 Maret 2020 masyarakat pemilik lahan kembali beraksi seperti semula.Yakni melakukan pagarisasi lahan, blokade/penutupan akses jalur Sungai Tawar dan pemagaran lahan Parit 3 Merusi.

Lagi -lagi, ungkap Agus, pihak perusahaan datang kembali membuka dengan alasan Corona/COVID-19.

“Sekarang kita tutup lagi dan aksi ini akan terus berlanjut hingga ada jalan keluar penyelesaian terbaik oleh perusahaan PT IJA kepada warga pemilik tanah tersebut dalam bentuk ganti rugi,” tegas Agus.

Upaya mediasi sudah pernah berapa kali dilakukan pihak Pemkab Indragiri Hilir dengan mengundang para pihak yang bersengketa dengan lahan tersebut. Misalnya saja pada 27 Februari 2020 lalu, sudah ada rapat yang difasilitasi pihak Pemkab dan menghasilkan sejumlah kesimpulan.

Di antaranya, pihak Agus dkk sebagai masyarakat yang mengklaim lahannya diserobot pihak PT IJA tetap tidak mau membuka pagar dan portal sampai adanya pembayaran ganti rugi.

Di lain pihak, PT.IJA juga ngotot tidak mau membayar dengan alasan sudah membayarkan ganti rugi lahan di wilayah Parit 3 Desa Sungai Bela, dan hingga berita ini diupdate pihak perusahaan PT. IJA yang merupakan anak perusahaan PT Surya Dumai Group itu, belum bisa dikonfirmasi, termasuk Anwar, yang namanya tertera dalam notulen rapat pada 27 Februari 2020, sebagai pihak dari PT IJA.

(wd) Sumber – Matapers.com.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ditengah Pandemi Covid-19, Sengketa Lahan Warga Desa Sungai Bela Dengan PT.IJA Semakin Memanas"