Da’i Berperan Penting Dalam Menghentikan Laju Paham Radikalisme

Pekanbaru (ojenews.com)-Radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah penting bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Dua isu itu telah menyebabkan Islam dicap sebagai agama teror dan ummat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suci  untuk menyebarkan agamanya, sekalipun anggapan itu mudah dimentahkan, namun fakta bahwa pelaku teror di Indonesia adalah seorang muslim garis keras sangat membebani psikologi umat Islam secara keseluruhan.

Ketua FKPT Provinsi Riau H Nizamul, mengatkan, dalam konteks pembangunan ummat Islam secara mikro, dan bangsa Indonesia secara makro ke depan, baik dari sisi pembangunan politik, ekonomi, maupun budaya, jelas situasi ini sangat kontra produktif dan tidak menguntungkan dari aspek manapun, lebih-lebih dari aspek keutuhan persaudaraan ummat Islam dan keutuhan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam menangani masalah radikalisme dan terorisme sangat diharapkan. Salah satunya seperti bersama para Dai,” kata Nizamul.

Tujuanya adalah untuk mempersempit ruang gerak radikalisme dan terorisme, serta kalau perlu menghilangkan sama sekali.

Dalam konteks diatas, peran Dai sangat penting dalam menghentikan laju radikalisme Islam.

“Ini juga sejalan dengan menjamurnya ormas-ormas Islam pasca reformasi, peran Dai dianggap pintu efektif bagi penyebaran dakwah Islam,” jelasnya.

Ditambahkannya, pencegahan radikalisme dan terorisme merupakan tugas bersama segenap elemen masyarakat. Pasalnya, radikalisme dan terorisme merupakan musuh bersama (cammon enemy) kemanusian.

Pemerintah dan aparatnya tidak akan sanggup dalam upaya pencegahan jika tidak melibatkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pendidik, dan lainnya.

Diperlukan upaya senergi seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman radikal terorisme.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan segenap unsur pendidikan yang menjadi opinion leader di dalam masyarakat, harus dapat memberikan pemahaman konprehensif mengenai pentingnya penguatan dan implementasi nilai-nilai budaya lokal, yang sejalan dengan nilai kebangsaan,”ungkapnya.

Dialog sehari tersebut menghadirkan beberpara orang narasumber seperti Prof Dr Syahril Harahap, dari UIN Medan, Redion Sinaga dari Polda Riau, dan Kabag TU Kanwil Kemenag Riau Drs M Saman S Sos MSi. (aa)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Da’i Berperan Penting Dalam Menghentikan Laju Paham Radikalisme"