Cabe Merah dan Rokok Penyumbang Inflasi Riau Terbesar Pada September 2017

Kepala BPS Riau, Aden Gultom dalam acara rilis

Ojenews.com.Pekanbaru.Riau-Dibulan September 2017 ini, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 131,90. Ini disampaikan Kepala BPS Riau, Aden Gultom kepada wartawan dalam rilisnya, Senin (2/10/2017).

Ia mengatakan, sebenarnya ada 3 komoditi penyumbang implasi terbesar di Riau yaitu, Cabemerah,Rokok Kretek dan Daging, namun daging juga sebenarnya baru-baru ini saja menjadi pengaruh dalam inplasi Riau.

“Rokok kretek selama ini tetap sebagai penyumbang implasi dan belum pernah tidak mempengaruhi, ini karena Rokok dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat dan harganya cenderung meningkat dan tak pernah turun,” kata Aden.

Inflasi Riau bulan September 2017 secara umum terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, sambung Aden lebih jauh. Enam kelompok tersebut diantaranya, rokok dan tembakau sebesar 0,59 persen, Kelompok kesehatan sebesar 0,45 persen, kelompok sandang sebesar 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,18 persen, dan diikuti oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, jasa keuangan sebesar 0,10 persen terakhir diikuti oleh kelompok transportasi, komunikasi.

“Kondisi ini sedikit diuntungkan oleh beberapa kelompok bahan makanan mengalami deflasi. Bersamaan dengan meningkatnya harga cabe merah masih menurun harga bawang merah, jadi masih ada imbas sedikit pengaruhnya hanya 0,12 persen,”pungkas Aden Gultom.(oje)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Cabe Merah dan Rokok Penyumbang Inflasi Riau Terbesar Pada September 2017"