Bertenun dan Menjahit Jadi Peluang Bisnis Masyarakat Tangkerang Labuai

Ini lah 3 Tanjak tersebut.Tanjak warna Biru dipakai Bapak Walikota, Tanjak warna Hijau dipakai Bapak Camat Bukit Raya dan Tanjak warna Merah Maron dipakai Bapak Lurah Tangkerang Labuai

Ojenews.com.Pekanbaru.Riau.
Tangkerang Labuai-Paska penutupan pelatihan program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya oleh Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus,MT pada beberapa waktu lalu, jadi momen penting dan mengesankan bagi peserta pelatihan PMB-RW menjahit dan menenun di kelurahan tersebut.

Acara penutupan pelatihan yang ditata dengan apik tersebut, diawali dengan memasangkan Tanjak berwarna Biru kepada Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus,MT setibanya di lokasi kegiatan, dan Tanjak tersebut merupakan hasil karya pelatihan menenun warga Kelurahan Tangkerang Labuai.

Tanjak berwarna Biru yang disarungkan kekepala orang nomor satu Kota Pekanbaru itu, bernama Tanjak Sri Lancang. Tanjak Sri Lancang biasanya selalu digunakan oleh Sultan atau Raja pada Kesultanan Melayu Riau pada umumnya, dan Kesultanan Siak khususnya, warna Biru melambangkan pakaian kebesaran Datuk Laksamana.

Selain Tanjak Sri Lancang yang di pakai Walikota, ada dua Tanjak lainnya yang juga dipakai oleh Camat Bukit Raya Masykur Tarmizi, SSTP, M.Si dan Plt Lurah Tangkerang Labuai Adrizal,SE. Tanjak warna Hijau yang dipakai Camat Bukit Raya bernama Tanjak Datuk Laksemana atau Tanjak Datuk Hangtuah, biasanya dipakai kaum Bangsawan di Kerajaan Melayu Riau pada umumnya dan Siak pada khususnya. Warna Hijau ini melambangkan kesuburan, kemakmuran negeri dan biasanya dipakai oleh Datuk-datuk bergelar Wan.

Penyerahan kain songket kepada Walikota Pekanbaru Dr.H.Firdaus,MT hasil tenun peserta pelatihan program PMB-RW Kelurahan Tangkerang Labuai

Tanjak berwarna Merah Maron yang dipakai Lurah Tangkerang Labuai Adrizal,SE bernama Tanjak Ikat Menyongsong Angin, dan biasanya dipakai oleh kalangan rakyat. Tanjak Ikat Menyongsong Angin ini melambangkan azaz kegotong royongan rakyat Melayu Riau pada umumnya, dan warna dipergunakan lazimnya Merah dara, Merah Maron dan lainnya. Tanjak ini dapat dipergunakan untuk menutup kepala dalam menjalankan berbagai aktifitas.

Selain dari tiga Tanjak yang dipakai oleh Bapak Walikota, Camat Bukit Raya dan Lurah Tangkerang Labuai tersebut, karya peserta pelatihan menjahit program PMB-RW Tangkerang Labuai, juga ditampilkan dalam acara penutupan tersebut.

Berkenaan dengan perihal tersebut, Plt Lurah Tangkerang Labuai Adrizal,SE menjelaskan kepada www.Ojenews.com bahwa menenun dan menjahit setakad ini sudah menjadi peluang bisnis bagi warga Kelurahan Tangkerang Labuai.

“Bagi kita ini adalah potensi besar yang akan mampu mengangkat perekonomian warga kita, kendatipun pelatihan menenun dan menjahit program PMB-RW Tangkerang Labuai sudah resmi ditutut oleh Bapak walikota kita, namun secara berkesinambungan Pemko Pekanbaru melalui Kecamatan dan Kelurahan tetap melakukan pembinaan,”jelaskan Adrizal.

Dikatakan juga, program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) Kelurahan Tangkerang Labuai tersebut sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, salahsatunya peningkatan perekonomian masyarakat melalui berbagai pelatihan-pelatihan.

“Program PMB-RW ini semata-mata untuk memberikan upaya peningkatan taraf perekonomian warga. Warga akan memperoleh berbagai keahlian sesuai bidang pelatihan yang diikuti, dan jika pengetahuan yang diperoleh itu digunakan tentulah akan menjadi nilai tambah bagi mereka,”katanya.

Adrizal juga berharap agar warga yang sudah mengikuti pelatihan program PMB-RW kelurahan Tangkerang Labuai agar tetap konsisten mengunakan pengetahuannya agar membuahkan hasil dan dapat ningkatkan ekonomi.

“Kita mintak bagi warga kita yang sudah mengikuti pelatihan seperti menenun dan menjahit tetaplah berkarya agar ilmu yang didapat dari pelatihan itu menjadi nilai tambah untuk perekonomian rumah tangga,”harap Adrizal,SE.(oje).

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bertenun dan Menjahit Jadi Peluang Bisnis Masyarakat Tangkerang Labuai"