Bank Riaukepri Tuan Rumah Penen Rejeki Bank BPD Periode ke-2 Tahun XXVI-2016

1
Pekanbaru.ojenews.com-Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) pada tanggal 2 April 2016 bertempat di Ballroom SKA CoEx Pekanbaru kembali akan menggelar program customer rewards yang dikemas dalam paket program panen Rejeki Bank BPD.

Kota Pekanbaru dipilih selain menawarkan pertumbuhan ekonomi yang sangat potensial juga menyimpan ragam potensi wisata baik alam maupun sejarah.Lebih dari itu, dengan memilih Kota Pekanbaru diharapkan mampu menjadikan Simpeda sebagai tabungan pilihan masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Perhelatan akbar berupa Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda dengan total hadiah sebesar 6 Miliar yang diundi dua kali dalam setahun atau 3 Miliar untuk satu periodenya.Undian Nasional Tabungan simpeda ini pada setiap periodenya diperuntukkan bagi 584 pemenang dengan hadiah utama 500 juta, kemudian hadiah kedua Rp.100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga RP.50 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp.2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp.2 juta untuk 52 pemenang hadiah ketujuh Rp.1,5 juta untuk 104 pemenang dan hadiah kedelapan Rp.1 juta untuk 345 pemenang.

Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank DKI, Bapak Kresno Sediarsi mengungkapkan bahwa, bahwa tabungan Simpeda BPD seluruh Indonesia dari tahun ketahun terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini dapat kita lihat pada penarikan Undian Simpeda Periode ke-2 Tahun XXV-2015 di Bukittinggi, jumlah penabung sampai Desember 2014 berjumlah 6.979.114 penabung dengan jumlah saldo Simpeda Rp.39.10triliun.Kemudian pada penarikan Undian Simpeda Periode ke-2 Tahun XXVI-2016 di Pekanbaru kali ini jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2015 berjumlah 7.200.883 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar  Rp.44,26 triliun.

Lebih lanjut Ketua Umum Asbanda menjelaskan bahwa, apa bila dilihat dari penarikan simpeda di Bukittinggi sampai dengan di Pekanbaru, dari sisi penabung meningkat sebesar 3,18% atau meningkat sebanyak 221.769 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 13,20% atau naik sebesar Rp.5,16 triliun.Ini pertanda bahwa simpeda cukup menarek minat masyarakat dalam menabung, dan disamping ketergiuran tentang hadiah yang menawan juga dengan kemudahan dalam bertransaksi dengan adanya jaringan ATM Bersama.

“Dapat kami sampaikan disini bahwa yang paling banyak menghimpun Tabungan simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Desember 2015 telah menghimpun Simpeda sebanyak lebih kurang Rp.10.52 triliun atau sebesar 23,76% dari Tabungan Simpeda Nasional. Sedangkan untuk Bank Riaukepri posisi Tabungan Simpeda pada bulan Desember 2015 sebanyak Rp.882,23 milyar atau 0,2% dari Tabungan Simpeda Nasional,” jelas Kresno Sediarsi.

Rangkaian perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda atau panen Rejeki Bank BPD ini diawali dengan proses penyegelan tabungan undian, Welcom Party di Gubernuran Riau, dan juga digelar Seminar Nasional BPD-SI dengan tajuk “Strategi Pertumbuhan BPD di Era diberlakukannya PMK Nomor 235/PMK.07/2015 tentang Konversi Penyaluran DBH dan DAU dalam bentuk Nontunai”.

Dalam seminar Nasional yang akan digelar pada 2 April 2016 di Menara Dang Merdu Bank Riaukepri tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wakil Menteri Keuangan,Gubernur Riau, Gubernur Kepulauan Riau, Ketua Umum Asbanda, jajaran Direksi Bank Riaukepri serta Komisari Utama/Ketua Dewan Pengawas, Direktur Utama dan Direksi, serta Pemimpin Devisi Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia.

Seminar nasional ini sebagai wujud tindak lanjut BPD seluruh Indonesia dalam melakukan tranformasi BPD yang telah diluncurkan pada tanggal 26 Mei 2015 oleh Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Direktur Utama, Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas BPD seluruh Indonesia dan juga oleh Gubernur seluruh Indonesia selaku stakeholder BPD, dan oleh Ketua DPRD Provinsi se-Indonesia.

Para pemimpin lembaga tersebut berkomitmen untuk memperkuat BPD menjadi bank yang berdaya saing tinggi, kuat serta berkontribusi signifikan bagai pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dalam rood mad-nya, Program Transformasi BPD ini diharapkan dapat diwujudkan akhir tahun 2024. Untuk menuju Transformasi  BPD tersebut, BPD telah meluncurkan 6 (enam) workstream  Transformasi BPD menuju Regional Campion, yang terdiri dari:Strategic Holding BPD, Pengembangan Sumber Daya  Manusia, Pengembangan produk Layanan, Peningkatan Good Corporate  Governance dan Manajemen Resiko,Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Manajemen dan Pengembangan Syariah Banking.

Presiden Republik Indonesia Bapak Joko widodo dalam program dialog publik pada Maret 2016 lalu di Jakarta menyarankan, BPD di seluruh Indonesia melakukan pembentukan holding  sebagai sebuah sinergi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing BPD dalam memasuki era persaingan ekonomi  ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Beliau juga menegaskan, jika BPD mau holding jadi satu dan bisa saling membantu antara BPD Provinsi yang satu dengan BPD Provinsi yang lain, ini akan memudahkan dalam membangun sinergi dan membangun daerah, baik dalam dengan BPD Provinsi yang lain, ini akan memudahkan, ini akan memudahkan dalam membangun sinergi dalam membangun daerah, baik dalam sisi pembiayaan,permodalan dan lainnya.

Arahan Bapak Presiden Joko Widodo tersesub sangat sejalan dengan Program Transformasi yang sedang dijalankan BPD seluruh Indonesia.

Kresno Sediarsi Ketua Umum Asbanda mengatakan, sebagai langkah awal  dalam implementasi program Transformasi BPD adalah melalui kegiatan-kegiatan yang memang dapat dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang menjadi quickwin dalam rangka program transformasi BPD diantaranya adalah melalui bidang teknologi, yaitu penggunaan layanan laku pandai dan solusi e-channel oleh beberapa BPD melalui BPDNet, dan yang terbaru adalah akan segera diluncurkannya layanan teller Online One BPD. Dengan hadirnya layanan tersebut akan memberi kemudaan bagi nasabah BPD seluruh Indonesia untuk melakukan setor tunai maupun tarik tunai dari dan untuk BPD seluruh Indonesia.

BPD-SI menunjukkan pertumbuhan kinerja, ini dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional yang semakin membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia.Per Desember 2015 aset BPD telah mencapai Rp.480,35 triliun atau meningkat sebanyak 7,09% dibandingkan posisi Desember 2014 yang mencapai Rp.451,86 triliun atau menempati peringkat 4 dalam perbankan nasional setelah BRI,Mandiri,dan BCA.

Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan apa bila BPD seluruh Indonesia ini bersinergi maka akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional,khususnya di daerah.

Sesuai dengan data statistik perbankkan Indonesia, kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Desember 2015 posisi kredit BPD mencapai Rp.311,24 triliun atau meningkat sebesar 5,35% dibandingkan posisi Desember 2014  sebesar Rp.294,60 triliun. Sementara posisi dana pihak ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2015 mencapai 355,53 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 6,28% dibandingkan posisi Desember 2014 yang mencapai sebesar Rp.333,12 triliun.

“Dengan ragam inovasi dan prestasi serta pertumbuhan kinerja BPD secara nasional muapun lokal saat ini, BPD-SI optimis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung suksesnya ragam program pemerintah menciptakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah yang secara kolektif dan menurunkan tingkat kemiskinan secara nasional serta meningkatkan kesejahteraan bangsa. Dengan transformasi ini kita ingin menjadikan BPD kedepan mampu berkiprah lebih maksimal dan mampu menjadi raja di daerahnya sendiri sehingga dapat memenuhi seluruh harapan stakeholders,”jelas Ketua Umum Asbanda.(rls-brk)

Tag:
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bank Riaukepri Tuan Rumah Penen Rejeki Bank BPD Periode ke-2 Tahun XXVI-2016"